Bandar Lampung
Geliat Penjualan Perumahan di Lampung Mulai Bergairah
Penjualan properti perumahan subsidi di Provinsi Lampung mulai terlihat bergairah di tahun 2021 ini.meskipun penjualan belum pulih sepenuhnya setidakn
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Geliat penjualan properti khususnya perumahan subsidi di Provinsi Lampung mulai terlihat bergairah di tahun 2021 ini.
Berdasarkan data DPD Real Estate Indonesia (REI) Lampung, penjualan perumahan subsidi maupun non subsidi lebih signifikan dibandingkan awal pandemi lalu dan juga tahun 2020.
Ketua DPD REI Lampung Djoko Handoko Halim Santoso mengatakan meskipun penjualan belum pulih sepenuhnya setidaknya lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Tapi kalau bicara berapa persentasenya saya belum bisa gambarkan angkanya sebab belum dihitung benar-benar totalnya. Tapi di lapangan kondisnya semakin membaik," ungkapnya kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (13/6/2021).
Diakuinya dominasi penjualan subsidi lebih tinggi dibandingkan perumahan komersil atau nonsubsidi.
Baca juga: Momentum Pandemi untuk Dorong Transformasi Ekonomi Digital
Sebaran perumahan yang banyak diminati konsumen selain di Bandar Lampung adalah wilayah pinggiran kota.
"Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan masih jadi pilihan banyak pembeli. Ini kan daerah yang sama, komuternya sama. Orang yang beli di Lampung Selatan dan Pesawaran, banyak kerjanya di Bandar Lampung juga," terang dia.
Harga maksimal untuk rumah subsidi sendiri adalah Rp 150.500.000.
"Rata-rata perumahan subsidi di-KPR-kan. Cicilan perbulan kisaran Rp 1 jutaan selama 15 tahun. Luas bangunan maksimal tipe 36," imbuhnya.
Untuk menguatkan penjualan, rencananya di Juli mendatang pihaknya bahkan akan menggelar evenr REI Expo.
Baca juga: Apa Itu Barang Komplementer, Barang Pelengkap di Materi Ekonomi
"Kami akan gelar di MBK (Mall Boemi Kedaton) 20 Juli- 1 Agustus mendatang. Pasti akan ada banyak promo yang digulirkan masing-masing pengembang perumahan termasuk dari perbankan. Harapannya bisa semakin menggeliatkan penjualan," ujar Djoko.
Di REI Lampung sendiri, terusnya, ada sekitar 80 pengembang perumahan aktif yang tergabung.
Sementara Wakil Sekretaria REI Lampung Fahmi Suhendar mengatakan, jika dibandingkan di 2020 lalu, penjualan di semester pertama tahun 2021 sudah berada di kisaran angka di atas 50 persen.
"Secara grafik naik dibandingkan tahun 2020. Kisaran angka penjualan tahun 2021 di semester pertama dibandingkan tahun lalu sudah ada di atas 50 persen," kata dia saat dikonfirmasi terpisah.
Di 2020 sendiri selama satu tahun terjual tidak lebih dari 1.000 unit perumahan berdasarkan data dari 80-an pengembang yang ada di REI," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perumahan-ilustrasi.jpg)