Berita Terkini Nasional
Polisi Buat Pohon Panjat Pinang dari 467 Knalpot Racing Sitaan
Polisi di Polresta Jambi membuat pohon panjat pinang tiruan yang terbuat dari bahan knalpot motor sitaan.
Penulis: ari wibowo prakoso | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Polisi di Polresta Jambi membuat pohon panjat pinang tiruan yang terbuat dari bahan knalpot motor sitaan.
Sebanyak 467 knalpot racing dari berbagai merek di susun menyerupai pohon panjat pinang setinggi 6 meter.
Ratusan knalpot racing tersebut direkatkan menggunakan mesin las, mulai dari dasar tiang, hingga bagian puncaknya yang dibuat melingkar.
Kemudian, sebagian knalpot di gantung sebagai replika hadiah, menyerupai panjat pinang yang digelar setiap tahunnya.
Lokasi menara yang tepat di halaman Unit Lakalantas tersebut, menjadi pemandangan sendiri bagi pengendara yang sedang berhenti di lampu merah.
Kasat Lantas Polresta Jambi Kompol Doni Wahyudi bilang, tiga pesan tersirat dari pembuatan replika menara panjat pinang dari knalpot racing tersebut.
Baca juga: Rayakan Kelulusan, Santri Asal Serang Tersapu Ombak di Pantai Karang Seke Ditemukan Tewas
Katanya, pihaknya terinspirasi dari tradisi panjat pinang yang digelar dalam satu tahun sekali, setiap 17 Agustus, yang bertepatan dengan HUT RI.
Menurutnya, ada tiga kesamaan dari kedua hal tersebut, yakni momen, tempat dan hadiah.
Katanya, knalpot racing dapat digunakan di momen tertentu, mulai dari event, kontes dan acara resmi lainnya. Tidak kemudian di gunakan di setiap harinya.
Yang kedua adalah, tempat, menurutnya, knalpot racing dapat digunakan jika berada di tempat yang tepat yang disediakan. Tidak untuk digunakan di sembarang tempat, seperti di jalan raya dan tempat umum lainnya.
Terakhir adalah hadiah, kata Kompol Doni Wahyudi , knalpot racing juga identik dengan para pelaku balap liar, dimana, setiap kegiatan balap liar akan memperebutkan hadiah atau imbalan bagi pemenangnya.
Namun, katanya, tidak jarang juga masyarakat menggunakan knalpot racing sebagai ajang unjuk gigi, atau sekedar ingin mendapat pujian.
"Jadi ini ada kesamaan baik dari replika ini dan knalpot racing. Panjat pinang di gelar pada momen HUT RI, kemudian dilakukan ditempat tertentu dan peserta yang ikut bertujuan untuk merebut hadiah," ujar Kompol Doni Wahyudi, Selasa (22/6/2021) pagi.
"Intinya, knalpot racing tidak digunakan di sembarang tempat, tidak setiap saat dan ada harus ada tujuan yang benar dari penggunaan itu, sama seperti panjat pinang ini," katanya.
Kompol Doni Wahyudi menekankan, apabila masyarakat ingin menggunakan knalpot racing dan aksi balapan, harus ditempat tertentu.