Tanggamus

Taruna AKIP Angkatan 53 KKN di Rutan Kota Agung

Taruna Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Rumah Tahanan Negara Kota Agung dan buat terobosan budidaya tanaman

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Taruna Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Rumah Tahanan Negara Kota Agung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Taruna Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Rumah Tahanan Negara Kota Agung dan buat terobosan budidaya tanaman hidroponik. 

Kepala Rumah Tahanan Negara Kota Agung Akhmad Sobirin Soleh mengatakan, cara budidaya tanaman teknik hidroponik nantinya untuk bekal keterampilan warga binaan, dan ini inovasi bagi Rutan Kota Agung.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Taruna AKIP angkatan 53 karena ini akan jadi kegiatan pembinaan bagi warga binaan yang ada di Rutan Kota Agung saat ini" kata Sobirin, Kamis (24/6/2021).

Ia melanjutkan hasil dari tanaman sayur ini nantinya akan dijual kepada pihak keluarga warga binaan dan warga sekitar serta pegawai Rutan Kota Agung.

Sehingga bisa menambah upah premi bagi warga binaan.

Baca juga: Bupati Umar Tebar Ribuan Benih Ikan Jelabat dan Baung di Way Kiri Tubaba

"Kami berharap nantinya tanaman hidroponik ini terus dikembangkan sebagai modal ilmu bagi warga binaan jika bebas nanti," ujar Sobirin.

Selain pembinaan ilmu budidaya tanaman hidroponik, warga binaan juga mendapatkan pembinaan mental, agama dan jasmani.

Hal itu untuk mengingatkan mereka untuk gunakan ketrampilan yang didapat sebagai modal menjalani hidup bersama keluarga dan masyarakat.

Kukuh, salah satu taruna AKIP angkatan 53 mengatakan,  areal Rutan Kota Agung tidak luas.

Sehingga dikembangkan cara budidaya tanaman dengan hidroponik, dan ini bisa dilakukan warga binaan saat selesai jalani masa hukuman.

"Kegiatan ini kami baru lakukan dan merupakan bentuk dari pengabdian ke masyarakat yang sedang melaksanakan KKN di Rutan Kota Agung" kata Kukuh.

Menurutnya, tanaman hidroponik yang dibudidayakan adalah jenis sayuran kangkung, pakcoy dan sawi dengan menanamnya bukan di media tanah, tetapi memanfaatkan media air larutan bernutrisi.

"Kami telah memulai tanaman hidroponik sejak lima hari ini, dengan menggunakan pipa paralon ukuran 4 inci, netpot hidroponik 270 buah, satu unit mesin pompa air dan pupuk," jelas Kukuh.

Dikatakannya, diperkirakan sayuran bisa dipanen selama 40 hari. Selanjutnya cara perawatan tanaman juga mudah sehingga para warga binaan bisa menerapkan cara itu saat bermasyarakat nantinya. (Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved