Breaking News:

Tulangbawang Barat

Bupati Umar Tebar Ribuan Benih Ikan Jelabat dan Baung di Way Kiri Tubaba

Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad menebar 100 ribu benih ikan di Way Kiri, Kamis (24/6/2021).

Dok Pemkab Tulangbawang Barat
Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad menebar 100 ribu benih ikan di Way Kiri, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad menebar 100 ribu benih ikan di Way Kiri, Kamis (24/6/2021).

Penebaran benih ikan ini dilakukan secara simbolis di Las Sengok Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik.

Ini merupakan program penebaran ikan ikonik di Perairan Umum Daratan (PUD) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung kepada Kelompok Pengawas Perikanan (Pokmaswas) tahun 2021 di sejumlah daerah.

Salah satunya di Kabupaten Tulangbawang Barat.

Baca juga: Tebar 35.500 Benih Ikan di Danau Way Jepara, Wabup Azwar Hadi: Tidak Boleh Disetrum

Penebaran benih ikan tersebut dihadiri oleh Kepala DKP Lampung Liza Dermi, Analis Kelautan dan Perikanan Dwi Kurniawan selaku perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perikanan Tubaba Abdul Sani, Camat Tulangbawang Udik, Pokmaswas, dan lainnya.

Bupati Umar mengatakan, benih ikan yang ditebar ini merupakan jenis ikan jelabat dan baung yang masing-masing berjumlah 50 ribu ekor.

"Ini merupakan upaya dari pemerintah dalam memulihkan kembali ekosistem, khususnya kehidupan perikanan endemik yang kini sudah mulai sulit ditemukan," kata Umar.

Sebenarnya, kata Umar, sumber perikanan di wilayah Lampung, khususnya Tubaba, sangatlah besar.

Kala itu Tubaba adalah daerah yang memiliki banyak bawang (embung alami).

Baca juga: Dinas Kelautan dan Perikanan Tebar Bibit Ikan di Waduk Batu Tegi Tanggamus

"Tapi kondisi saat ini, bawang-bawang tersebut sudah mulai rusak oleh berbagai faktor, dan kehidupan perairan juga mulai menurun pada masa kini,” ungkapnya.

Menurut Umar, selain faktor alam, manusia menjadi penyebab utama semakin berkurangnya populasi ikan di perairan Tubaba, khususnya ikan endemik seperti jelabat dan baung.

"Ini karena banyaknya masyarakat yang ingin menangkap ikan dalam jumlah besar tetapi dengan cara yang salah dan ilegal, seperti putas, setrum, dan lain-lain," papar Umar.

( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved