Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Motif Pembunuhan Wartawan yang Tewas Ditembak, Pemilik Kafe Sakit Hati Diperas Korban

Kasus wartawan ditembak mati di Pematangsiantar, Sumatera Utara akhirnya terungkap. Korban dibunuh pemilik kafe yang sakit hati karena diperas.

Editor: Heribertus Sulis
(TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI)
Petugas Polres Simalungun dan Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan olah TKP tempat dimana oknum wartawan Mara Salem Harahap alias Marsel ditembak mati, Sabtu (19/6/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEDAN - Kasus wartawan ditembak mati di Pematangsiantar, Sumatera Utara akhirnya terungkap. Korban dibunuh pemilik kafe yang sakit hati karena diperas.

Korban Mara Salem Harahap (42) diduga meminta uang Rp 12 juta per bulan dan per harinya meminta 2 butir ekstasi kepada pemilik kafe bernama Sujito.

Sujito juga pernah tercatat sebagai calon wali kota Pematangsiantar pada 2015 dari jalur independen.

Sujito yang sakit hati karena diperas kemudian meminta anak buahnya untuk memberi pelajaran.

Sujito menyampaikan kepada anak buahnya bernama Yudi untuk memberi pelajaran pada oknum wartawan yang memerasnya.

"Kalau begini orangnya cocoknya ditembak," kata Sujito yang mengaku kepada polisi.

Polisi berhasil mengungkap kasus penembakan terhadap seorang pemimpin media online lokal di Siantar, Mara Salem Harahap (42).

Penembakan tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia.

Otak pembunuhan adalah seorang pengusaha, pemilik Ferrari Kafe Bar and Resto bernama Sujito (S), dibantu Yudi (Y) dan seorang oknum aparat berinisial A.

Baca juga: Wartawan di Simalungun Tewas Ditembak, Keluarga: Tragis Kali Meninggalnya

Pengungkapan kasus dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved