Daun Pepaya
Daun Pepaya Ternyata Bisa Lancarkan Pencernaan Meskipun Pahit
Meski memiliki cita rasa yang pahit, ternyata daun pepaya bisa melancarkan fungsi pencernaan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kebanyakan orang mengenal daun pepaya sebagai tanaman yang memiliki citra rasa yang pahit.
Tapi siapa sangka di balik rasa pahitnya, ternyata ada banyak manfaat daun pepaya yang bisa didapatkan.
Satu di antaranya adalah membantu melancarkan fungsi pencernaan.
Hal tersebut karena di dalam daun pepaya terdapat enzim papain.
Di dalam dunia medis, enzim papain diketahui sebagai senyawa berserat yang dikenal akan kemampuannya dalam memecah protein besar menjadi protein dan asam amino yang lebih kecil agar lebih mudah dicerna.
Baca juga: Mengenal Daun Pepaya Jepang, Superfood Asal Meksiko
Dalam sebuah studi dikatakan bahwa penggunaan tambahan bubuk papain yang ada di dalam buah pepaya itu bisa mengurangi permasalahan pencernaan, termasuk sakit perut dan sembelit.
Dalam buku "Healing Foods" dari DK Publishing House yang diulas oleh NDTV Food disebutkan bahwa papain dan chymonpapain terbukti bisa membantu memperlancar pencernaan, mencegah sembelit dan membersihkan usus besar.
Tak hanya itu, papain juga diyakini dapat membantu penyembuhan dan pencegahan sakit maag.
Pasalnya, daun pepaya ternyata kaya akan protease dan amilase yang mampu memecah portein, karbohidrat, dan mineral sehingga mampu membantu pencernaan.
Sifat anti-peradangannya yang tergolong tinggi itu pula dipercaya bisa mengurangi radang lambung dan usus besar.
Baca juga: 5 Khasiat Jus Daun Pepaya, Bisa Kurangi Risiko Kanker
Untuk mendapatkan manfaat daun pepaya itu pun mudah.
Hanya perlu mengolahnya menjadi teh dan permasalahan pencernaan pun bisa segera diatasi.
Selain mampu melancarkan fungsi pencernaan, berikut manfaat daun pepaya lainnya yang dikutip dari laman Healthline.
1. Membuat kulit menjadi lebih sehat
Umumnya, daun pepaya dimanfaatkan sebagai makanan atau bahan alami untuk dioleskan ke kulit dalam menjaga kelembutan, kebersihan kulit hingga mampu memberikan efek awet muda.
Papain, enzim pelarut protein di dalam daun pepaya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan topikal sebagai eksfolian.
Eksfolian itu dinilai mampu membantuk mengangkat sel kulit mati dan mengurangi tersumbatnya pori-pori, rambut yang tumbuh ke dalam kulit, hingga jerawat.
Tak hanya itu, enzim di dalam daun pepaya itu juga bisa digunakan dalam menyembuhkan luka.
2. Menyeimbangkan gula darah
Di Meksiko, daun pepaya sering digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk terapi penyakit diabetes dan gula darah.
Mereka percaya bahwa ekstrak daun pepaya tersebut bisa memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh.
Penelitian terkait manfaat daun pepaya ini juga pernah dilakukan pada tikus dalam sebuah riset yang berjudul Hypoglycemic effect of Carica papaya leaves in streptozotocin-induced diabetic rats.
Hasilnya ditemukan bahwa ektrak daun pepaya memiliki antioksidan yang ampuh dalam mengurangi gula darah.
Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan daun pepaya dalam melindungi sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan dan kematian dini.
Sayang, hingga kini belum ada studi komprehensif terhadap manusia sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait manfaat daun pepaya untuk mengurangi gula darah dalam tubuh.
3. Mengurangi risiko terkena kanker
Daun pepaya juga sudah digunakan di dalam praktik pengobatan tradisional Australia untuk mencegah dan mengobati jenis kanker tertentu.
Ekstrak daun pepaya dipercaya memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan kanker prostat dan kanker payudara.
Sementara dalam penelitian yang dipublikasi dalam journal of Ethnopharmacology, enzim yang ada di dalam daun pepaya bisa digunakan dalam melawan kanker hati, kanker paru-paru, kanker pankreas, dan kanker payudara.
Tak hanya itu, daun pepaya juga memiliki kandungan anti-peradangan yang mampu membantu mengurangi peradangan dan efek samping dari kemoterapi.
4. Mengobati gejala demam berdarah
Selain keempat manfaat yang telah disebutkan di atas, ternyata manfaat daun pepaya juga bisa sebagai obat dalam mengatasi gejala dari penyakit demam berdarah.
Demam berdarah sendiri diketahui merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari nyamuk ke manusia.
Penyakit ini pun dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kadar trombosit dalam darah, bahkan buruknya lagi mampu meningkatkan risiko pendarahan.
Untuk mengatasi penyakit tersebut ternyata daun pepaya bisa dijadikan salah satu alternatif.
Pasalnya, berdasarkan riset yang berjudul Effect of Carica papaya Leaf Extract Capsule on Platelet Count in Patients of Dengue Fever with Thrombocytopenia, daun pepaya terbuukti mampu meningkatkan trombosit pada pasien demam berdarah dengan gejala tambahan berupa Trombositopenia, yang mudah alami pendarahan.
Tak hanya itu, manfaat daun pepaya lainnya dalam pengobatan demam berdarah ini ternyata tidak memberikan efek samping dan jauh lebih hemat biaya daripada pengobatan konvensional.
5. Atasi nyeri haid
Di balik rasanya yang pahit, siapa sangka bahwa manfaat daun pepaya juga ampuh atasi nyeri akibat haid.
Hal itu tentu menjadi kabar baik untuk para perempuan, mengingat permasalahan nyeri seringkali dikeluhkan oleh perempuan saat tengah kehadiran 'tamu' bulanan.
Lantas bagaimana daun pepaya bisa membawa manfaat yang berkaitan dengan pereda nyeri akibat haid?
Rupanya di dalam daun pepaya terdapat kandungan papain yang berbentuk serat.
Papain itulah yang berperan dalam membantu meredakan nyeri haid.
Untuk merasakan manfaat daun pepaya itu caranya pun mudah.
Hanya perlu merebus selembar daun pepaya bersama garam dan asam jawa hingga air mendidih, diamkan terlebih dahulu hingga hangat, lalu minum ramuan tersebut.
Baca juga: Manfaat Daun Pepaya, Ternyata Bisa untuk Menyuburkan Rambut
Itulah ulasan manfaat daun pepaya yang ternyata bisa melancarkan fungsi pencernaan. (Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/walau-pahit-daun-pepaya-ternyata-bisa-lancarkan-pencernaan.jpg)