Breaking News:

Pilpres 2024

Demokrat Lampung Kompak Dukung AHY-Anies Baswedan di Pilpres 2024

Demokrat Lampung kompak mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dok Deni Ribowo
Koordinator Badan Komunikasi Strategis Demokrat Lampung Deni Ribowo. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Lampung kompak mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu diungkapkan Koordinator Badan Komunikasi Strategis Demokrat Lampung Deni Ribowo kepada awak media, Kamis (1/7/2021).

"Kalau Demokrat pasti (pilih) AHY. Karena dari awal kita lihat peluangnya lebih besar. Sementara elektabilitas beliau meningkat," ujar Deni.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung ini juga mengatakan, pihaknya telah melakukan survei internal untuk memilih sosok yang pas untuk mendampingi AHY. 

Baca juga: Ridho Ficardo Berpeluang Besar Kembali Komandoi Demokrat Lampung

Deni memaparkan, hasil survei menyebut bahwa pasangan Anies Baswedan dan AHY mendapat dukungan terbesar ketimbang berdampingan dengan nama-nama besar lainnya seperti Ridwan Kamil, Cak Imin, Puan Maharani, dan Airlangga Hartarto.

"Dalam survei pasangan Anies dan AHY lebih besar," imbuh anggota Komisi V DPRD Lampung ini.

Saat disinggung apakah Partai Demokrat akan menerima jika kadernya maju sebagai wakil presiden, Deni mengatakan bahwa partai berlambang bintang mercy tidak akan mempersoalkannya.

"Persoalan di sini bukan siapa yang mau jadi presiden. Tapi melakukan apa untuk negeri ini," tegas Deni.

Di sisi lain, Deni mengatakan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko tidak memiliki peluang untuk mengambil alih Partai Demokrat.

Baca juga: Demokrat Bandar Lampung Minta Kader Mulai Lakukan Kerja Politik untuk Pemilu 2024

Kendati saat ini kubu Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serdang mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta atas Keputusan Menkumham yang tidak mengesahkan hasil KLB pada 5 Maret lalu.

"Tidak ada peluang. Itu sangat memalukan kalau Moeldoko melakukan lagi sampai dua kali. Bila masih memaksakan diri, maka akan mempermalukan Pak Jokowi," ujar Deni.

"Jangan kegenitan mau mengambil Demokrat. Cukup sekali itu melakukan kudeta dan merusak demokrasi. Kudeta bukan saja mau merusak Demokrat, tapi demokrasi kita. Masa orang luar masuk ke rumah mau ambil rumah kita," tambah Deni.

( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved