Breaking News:

Lampung Selatan

Kepala BPBD Lampung Selatan M Darmawan: Huntap untuk Warga Korban Tsunami Selesai Juli Ini

Pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami selat Sunda pada akhir 2018 segera akan selesai.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Kepala BPBD Lampung Selatan M Darmawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami selat Sunda pada akhir 2018 segera akan selesai.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan, huntap untuk korban tsunami akan rampung pada awal bulan Juli ini. Ada sebanyak 524 unit huntap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan M Darmawan mengatakan, huntap untuk warga korban tsunami selat Sunda 2018 lalu dibangun di 9 desa.

Di Desa Kunjir, Way Muli Timur, Way Muli Induk, Rajabasa, Banding, Maja, Sukaraja, Suwak, Sidomulyo.

"Tetapi ada desan seperti Desa Maja pembangunannya ada di beberapa titik," kata Darmawan, Jumat (2/7/2021).

Ia mengatakan untuk besaran anggraan pembangunan huntap ini sebesar Rp 50 juta. Terdiri Rp 45 untuk material dan Rp 5 juta untuk proses pembangunannya.

Baca juga: Aksi Heroik Pegawai Indomaret di Bandar Lampung, Hantam Kepala Perampok Pakai Gembok

Warga korban tsunami, lanjutnya, boleh membangun sesuai keinginannya, karena diberikan kebebasan.

"Beberapa hari lalu saya cek, beberapa unit rumah sudah hampir selesai dibuat. Bahkan saya melihat sudah ada yang membuat dapur dan lainnya.”

“Karena memang, kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk membangun sesuai keinginan mereka," ujar Darmawan.

Menurutnya, untuk rumah yang sudah selesai, bisa langsung ditempati oleh warga. Beberapa huntap sudah bisa ditempati.

"Beberapa hunian sudah bisa ditempati, walaupun sebenernya dari Pokmasnya sendiri belum menyerahkan suratnya kepada kami, tapi kami sudah memperbolehkan warga untuk tinggal disana,” terang Darmawan.

Dirinya mengatakan, nantinya setelah Pokmas menyerahkan surat-suratnya, barulah pemerintah daerah akan menyerahkan kepada setiap keluarga penerima program huntap untuk korban tsunami selat Sunda 2018 lalu.

Nantinya, lanjut Darmawan, warga akan diberikan surat penyerahan hibah dari pemerintah daerah kepada masing-masing penerima itu. Tetapi surat tanahnya belum, karena surat tanahnya masih di BPN untuk nantinya dipecah sesuai jumlah keluarga di situ.

"Itu kan sertifikatnya masih menyeluruh, nanti kita pecah perumah. Yang kita serahkan yang pertama ini rumah dahulu, tahun depan sertifikatnya baru kami berikan," kata Darmawan.(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved