Bandar Lampung

Hindari Curanmor, Polsek Sukarame Imbau Pemilik Kendaraan Pasang GPS

Jajaran Polsek Sukarame menyambangi rumah warga guna menekan angka pencurian sepeda motor alias curanmor.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Joviter
Kapolsek Sukarame Kompol Warsito. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jajaran Polsek Sukarame menyambangi rumah warga guna menekan angka pencurian sepeda motor alias curanmor.

Maraknya kasus pencurian sepeda motor tidak terlepas dari lemahnya pengawasan pemilik kendaraan.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito menyatakan, pihaknya melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di setiap kelurahan di Kecamatan Sukarame menyampaikan penyuluhan langsung ke warga.

Hal tersebut dilakukan agar warga masyarakat juga dapat bekerja sama dengan aparat kepolisian, khususnya dalam memberantas tindak pidana curas, curat, dan curanmor (C3).

Baca juga: BREAKING NEWS Polisi Amankan Seorang Komplotan Curanmor Asal Lamtim

"Sudah jalan satu minggu ini, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sukarame saya turunkan untuk menyambangi warga," kata Warsito, Minggu (4/7/2021).

Menurut Warsito, Bhabinkamtibmas tersebut juga melakukan pendataan terhadap pemilik kendaraan.

Warsito menyatakan, hal itu dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi dan pemetaan wilayah rawan curanmor.

"Dalam giat itu kami juga memberikan arahan atau imbauan agar masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermotor menggunakan kunci pengaman ganda," kata Warsito.

Tidak hanya itu, warga juga diminta memasang alarm yang dilengkapi dengan teknologi GPS.

Baca juga: Aksi Curanmor Terekam CCTV, Pelaku Gasak Motor di Kafe Bandar Lampung

Karena, penggunaan GPS di kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 akan mempermudah polisi melakukan pelacakan.

Warsito tak memungkiri, banyak pelaku curanmor yang ditangkap namun keberadaan motor korban sulit ditemukan.

"Kalau dipasang GPS itu mudah kami melakukan pelacakan. Kami bisa melakukan penyelidikan dari posisi terakhir yang dilaporkan GPS," kata Warsito.

Kendati demikian, Warsito mengaku banyak warga yang merasa keberatan untuk memasang GPS.

Ini lebih dikarenakan faktor biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik kendaraan. Namun Warsito menegaskan pihaknya hanya sebatas memberikan saran, tidak ada unsur paksaan.

"Seharusnya warga harus rela keluar uang lebih, karena dampaknya untuk keamanan kendaraan mereka juga," kata Warsito.

( Tribunlampung.co.id / Joviter Muhammad )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved