Kasus Corona di Lampung
3 Orang Penting di Lampung Meninggal karena Covid-19, Kasus Corona Terus Naik
Kasus positif Covid-19 di Lampung belum melandai. Angka kematian juga terus bertambah. Terbaru, setidaknya tiga orang penting di Lampung meninggal.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Kasus positif Covid-19 di Lampung belum melandai. Angka kematian juga terus bertambah.
Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia tak hanya warga biasa, tetapi juga pejabat. Terbaru, setidaknya tiga orang penting di Lampung berpulang setelah terkonfirmasi positif Covid-19.
Di Lampung Utara, Direktur RSUD Ryacudu dr Sri Haryati meninggal dunia, Sabtu (9/7/2021) sekira pukul 08.45 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara dr Maya Natalia Manan menjelaskan Sri berpulang karena Covid-19. "Iya benar," katanya.
Sri diketahui sudah beberapa hari dirawat di RSUAM, Kota Bandar Lampung.
Pada Senin (5/7/2021), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Utara Dian Mauli membenarkan kabar Sri positif corona. "Iya betul, positif (Covid-19)," ujarnya.
Baca juga: Lampung Timur Kembali Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Ada 120 Orang Positif Baru Sabtu Kemarin
Dian mengungkapkan Sri memiliki kormobid atau penyakit penyerta.
"Dokter Sri ada penyakit bawaan, darah tinggi," katanya, Sabtu.
Dian menambahkan tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menjemput jenazah Sri untuk dimakamkan di pemakaman keluarga dengan protokol kesehatan.
Dian menuturkan Sri sempat menghubunginya via telepon WhatsApp sehari atau dua hari lalu.
"Tapi nggak keangkat teleponnya. Saya telepon balik, nggak diangkat sama dokter Sri," katanya. Dian lalu mengirim pesan WhatsApp, tetapi tidak terkirim.
Namun, sehari setelah dirawat intensif, Dian sempat berkomunikasi dengan Sri yang juga menjabat ketua Ikatan Dokter Indonesia Lampung Utara itu.
Baca juga: 2 Nakes Puskesmas di Tanggamus Lampung Terjangkit Covid-19
"Dia mengeluhkan masih sesak napas. Jadi, masih perlu bantuan oksigen," ujarnya.
Dian sempat memprediksi kesempatan Sri untuk sembuh cukup besar.
"Namun Tuhan berkata lain. Ini yang terbaik menurut-Nya. Kami kehilangan sosok yang murah senyum itu," kata Dian seraya menambahkan Sri sosok yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan.
Di Tulangbawang, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sulaiman tutup usia di RSUD Menggala karena Covid-19, Jumat (9/7/2021) sekira pukul 19.00 WIB.
Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang Fathoni mengungkapkan Sulaiman terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 4 Juli.
"Almarhum memang sudah lama WFH (work from home/kerja dari rumah). Beliau (memiliki) komorbid. Jadi, begitu masuk RSUD, daya tahan tubuhnya memang sudah lemah," kata Fathoni, Sabtu.
Meskipun seorang pejabatnya meninggal karena Covid-19, tetapi aktivitas kantor Dinas Ketahanan Pangan berjalan seperti biasa.
"Tidak ada penutupan (kantor dinas). Tetap seperti biasa. Hanya kami tracing (melacak) orang-orang yang kontak dengan almarhum, termasuk keluarganya," ujar Fathoni.
Di Kota Bandar Lampung, Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Lampung Budiono meninggal akibat Covid-19.
Ketua Bidang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) DPC Hiswana Migas Provinsi Lampung Donny Irawan membenarkan kabar ini, Sabtu.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, ungkap Donny, Budiono awalnya mengalami sakit tifus sekitar sepekan.
"Kata istrinya, awalnya meriang, lalu tifus. Makan sulit. Kemarin (Jumat) sekira pukul 08.30 WIB beliau meninggalkan kami semua untuk selamanya di RS Bumi Waras (Bandar Lampung)," kata Donny.
Jenazah Budiono dimakamkan secara protokol kesehatan di pemakaman di Pesawaran.
Donny menyatakan sangat kehilangan sosok Budiono. "Beliau kebapakan, mengayomi, bertanggung jawab. Soal kerjaan, orangnya detail, rapi, jangan sampai ada masalah," tutur Donny.
Kadisnakeswan Isoman
Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Lampung Lili Mawarti terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Jumat (9/7). Ia kini menjalani isolasi mandiri (isoman).
"Kemarin (Jumat) keluar hasilnya. Positif," kata Lili, Sabtu (10/7/2021). "Sekarang isoman. Saya mohon doa untuk kesembuhan saya," sambungnya.
Lili turut mengimbau masyarakat terus waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Ia menyarankan masyarakat memakai masker dobel.
"Alhamdulillah suami, setelah dicek, hasilnya negatif. Begitu saya flu dan demam, saya minta mereka di rumah, tetap pakai masker, jaga jarak di kamar masing-masing, " ujarnya.
Kasus positif di Lampung saat ini masih bertambah di atas 300 per hari. Data Dinas Kesehatan Lampung, Sabtu, kasus positif Covid bertambah 336.
Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 selama pandemi sudah mencapai 24.714.
Penambahan kasus terbanyak datang dari Kabupaten Lampung Timur dengan 120. Kemudian Kabupaten Lampung Barat dengan 42 kasus, Pringsewu (27), Pesawaran (27), Kota Metro (19), dan Tanggamus (19).
Lalu, Kabupaten Lampung Selatan (18), Kota Bandar Lampung (17), Lampung Utara (13), Tulangbawang Barat (12), Lampung Tengah (12), Pesisir Barat (9), dan Tulangbawang (1).
Adapun kasus kematian per Sabtu bertambah 31, sehingga total menjadi 1.357. Sedangkan pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 146 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 20.208 orang.
Terkait data RS rujukan, dari total 36 RS rujukan Covid-19 di Lampung, ada delapan RS yang penuh. Masing-masing RS A Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung (20 bed); RSUD Menggala, Tulangbawang (75 bed).
Kemudian, RSUD Demang Sepulau Saya, Lampung Tengah (79 bed), dan RSUD Zainal Abidin Pagaralam, Way Kanan (32 bed).
Lalu RS Imanuel, Bandar Lampung (41 bed); RS Bintang Amin, Bandar Lampung (40 bed); RS Mitra Husada, Pringsewu (23 bed); dan RS Airan Raya, Lampung Selatan (40 bed).
Tahanan Reaktif
Di Mesuji, seluruh tahanan Polsek Simpang Pematang reaktif Covid-19. Dampaknya, Polsek Simpang Pematang meniadakan kunjungan keluarga tahanan untuk sementara waktu.
"Sebelumnya telah dilakukan rapid test. Hasilnya, seluruh tahanan yang berjumlah 15 orang reaktif."
"Sekarang menjalani isolasi mandiri," ujar Kapolsek Simpang Pematang Simpang Ajun Komisaris Pol Agung Ferdika mewakili Kapolres Mesuji Ajun Komisaris Besar Pol Alim, Sabtu.
Selain tahanan, Agung mengungkapkan delapan anggota Polsek Simpang Pematang juga reaktif Covid-19.
"Untuk itu, tidak ada jam besuk bagi tahanan untuk sementara waktu sejak Jumat sampai 14 hari ke depan. Ini untuk mencegah penularan Covid-19," katanya. ( Tribunlampung.co.id / ang/end/byu/rga )