Breaking News:

Pringsewu

Burung Hantu Jadi Predator Tikur, Dinas Pertanian Pringsewu Lampung Minta Jangan Dibunuh

Pemerintah Kabupaten Pringsewu mempertimbangkan untuk mengembangkan predator alami pemangsa tikus. Salah satunya adalah burung hantu.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Bird Note/Gregg Thompson
Ilustrasi. Burung hantu dikenal sebagai predator alami pemangsa tikus. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu mempertimbangkan untuk mengembangkan predator alami pemangsa tikus.

Salah satunya adalah burung hantu.

Tikus sudah menjadi hama tanaman padi yang cukup meresahkan petani di Bumi Jejama Secancanan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pringsewu Dwiyanto Sulistiono mengungkapkan, serangan tikus merata di Kabupaten Pringsewu.

Baca juga: BREAKING NEWS Dua Pelaku Curanmor Diamankan Polres Pringsewu Lampung, Satu Dihadiahi Timah Panas

Meskipun berupa spot-spot di hamparan padi, serangan tikus cukup merepotkan petani.

"Sawah yang ditanami padi selama musim gadu di Kabupaten Pringsewu seluas 12.730 hektare," ujar Dwiyanto, Minggu (4/7/2021).  

Jumlah tersebut dari total lahan sawah seluas 13.928 hektare.

Dwiyanto menyebut, Dinas Pertanian gencar menggalakkan pengendalian tikus dengan gropyokan.

Juga akan menjalankan program pemeliharaan predator tikus.

Baca juga: Wabup Fauzi Sampaikan KUA-PPAS 2022 Pemkab Pringsewu

Predator paling ganas adalah ular.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved