Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Nasib 2 Sopir Truk setelah Ditangkap karena Hina Polisi di TikTok

Dua sopir truk tangki air yang mengumpat dan menghina institusi Polri melalui media sosial TikTok akhirnya diamankan di Polres Mojokerto.

Penulis: rio angga | Editor: Heribertus Sulis

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Nasib dua sopir truk tangki air yang mengumpat dan menghina polisi melalui media sosial TikTok akhirnya diamankan di Polres Mojokerto.

Kedua pelaku bernama Gendu Lukito Pribadi (35) dan Eko Lukmanto 18 tahun (Kenek) warga Kabupaten Sidoarjo.

Mereka merekam video sambil mengumpat polisi lantaran kesal tidak dapat mengambil air isi ulang ke daerah Pacet, saat adanya penutupan jalan terkait PPKM Darurat di Jalan Simpang Empat Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Dalam rekaman video tersebut, tampak sopir truk melewati simpang empat Awang-awang arah Kecamatan Pacet.

Karena disekat, dia mengungkapkan kekecewaannya yaitu 'Awang-awang ditutup, polisine mbokne hancok, polisine lo ero dewe barange Awang-awang ditutup, Awang-awang tutup woy, polisi mbokme ancok, ini tau sendiri kondisinya Jalan Awang-awang ditutup'.

Baca juga: Viral Polisi Bantu Nenek Keliru Pakai Masker, Aksinya Banjir Pujian

Kemudian, video itu diunggah di aplikasi media sosial TikTok melalui akun @saperol dan viral sehingga meresahkan masyarakat khususnya institusi Polri.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexsander menjelaskan, pihaknya mengamankan dua sopir truk tangki pengangkut air asal Sidoarjo karena melontarkan kata kasar terhadap institusi polisi saat melakukan penyekatan di simpang empat Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (11/07/2021).

"Jadi bermula dari video viral aplikasi TikTok di wilayah Kabupaten Mojokerto dalam proses kegiatan kita mempunyai patrolicyber kita mendapati video tersebut," jelasnya, Senin (12/7/2021).

Dony menyebut kedua pelaku mengakui perbuatanya dan meminta maaf terhadap institusi Polri tersebut.

Baca juga: Lesti Kejora Ungkap Alasannya Unfollow Rizki DA, Singgung Masalah Besar

"PPKM Darurat ini untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka mobilitas masyarakat agar dapat menurunnya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved