Apa Itu

Apa Itu Wawasan Wiyata Mandala

Pengertian apa itu wawasan wiyata mandala berkaitan dengan dengan keadaan lingkungan di sekolah. Cara pandang pendidikan dalam lingkungan.

Tayang:
Penulis: Reni Ravita | Editor: Noval Andriansyah
Kompas.com
Ilustrasi. Pengertian apa itu wawasan wiyata mandala berkaitan dengan dengan keadaan lingkungan di sekolah. Cara pandang pendidikan dalam lingkungan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pengertian apa itu wawasan wiyata mandala berkaitan dengan dengan keadaan lingkungan di sekolah.

Biasanya wawasan wiyata mandala diberikan sejak awal masuk ke sekolah saat masa perkenalan sekolah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara harfia wawasan memiliki arti tinjauan dan cara pandang.

Wiyata diambil dari bahasa Jawa yang berarti pengajaran atau pendidikan.

Adapun mandala memiliki arti bulatan atau lingkungan.

Jadi wawasan wiyata mandala adalah cara pandang pendidikan dalam lingkungan.

Baca juga: Apa Itu Gigantopithecus

Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 menyebutkan yang dimaksud wawasan wiyata mandala adalah konsepsi atau cara pandang bahwa sekolah merupakan lingkungan atau kawasan penyelenggaraan pendidikan dan merupakan ketahanan sekolah guna menciptakan suasana harmonis dan kecintaan terhadap sekolah.

Tujuan wawasan wiyata mandala

Wawasan wiyata mandala memiliki tujuan mendukung visi pendidikan nasional.

Hal itu tercantum dalam undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 bab II yaitu:

"Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan yang selalu berubah”

Komponen wawasan wiyata mandala

Wawasan wiyata mandala terdiri dari lima komponen yaitu peran kepala sekolah, peran guru, peran civitas akademika, peran murid, dan peran masyarakat. Berikut penjelasannya:

Baca juga: Apa Itu Jaringan dalam Tumbuhan

Peran kepala sekolah

Menurut E. Mulyasa dalam buku berjudul Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK (2004) kepala sekolah memiliki peran dan tugas sebagai educator (pendidik), manajer, admisnistrator, innovator, motivator, supervisor, dan leader (pemimpin).

Kepala sekolah bertanggung jawab secara penuh dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah. Peranan kepala sekolah dapat berupa:

Memastikan sekolah memiliki sarana dan prasarana yang baik

Melakukan rapat koordinasi dengan guru, wali murid, murid, komite sekolah, ataupun masyarakat setempat

Merencanakan sistem pengajaran yang efektif tidak hanya secara akademis melainkan pembentukan moral serta karakter siswa

Menciptakan suasana yang harmonis antar warga sekolah Mengawasi kinerja guru, pelaksanaan pengajaran, serta tata tertib dan disiplin di lingkungan sekolah

Mendukung kegiatan ekstrakulikuler bagi siswa

Peran Guru

Ahmad Sopian dalam jurnal berjudul Tugas, Peran, dan Fungsi Guru dalam Pendidikan (2016) menyebutkan bahwa guru memiliki peran dalam mendidik, membimbing, mengajar, dan juga melatih peserta didik.

Contoh peranan guru dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala adalah:

Menjunjung tinggi martabat dan sikap tauladan

Menyampaikan dan mengajarkan ilmu pengetahuan

Memotivasi dan membina peserta didik

Menjadi tauladan dalam segi karakter, moral, dan etika

Mengajarkan norma, tata tertib, serta kecakapan hidup

Membangun kepercayaan dari sekolah, peserta didik, wali murid, dan masyarakat

Peran civitas akademika

Civitas akademika merupakan pegawai selain guru dan kepala sekolah yang mendukung proses belajar mengajar di sekolah seperti tata usaha, satpam, pustakawan, dan petugas kebersihan.

Contoh peran civitas akademika dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala adalah:

Menaati tata tertib sekolah

Melaksanakan hak dan kewajiban berdasarkan tugas profesinya di sekolah

Membangun hubungan yang harmonis antar warga sekolah

Peran Murid

Murid merupakan pusat dari pembelajaran di sekolah yang didik untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas.

Contoh peran murid dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala adalah:

Menaati tata tertib sekolah

Menghormati guru, kepala sekolah, dan civitas akademika

Melakukan kegiatan belajar dengan semangat, tekun, dan disiplin

Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru

Menggunakan dan menjaga fasilitas belajar dan mengajar di sekolah

Manjaga nama baik sekolah dan keluarga baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah

Peran Masyarakat

Masyarakat sekitar juga ikut berperan dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala seperti berikut:

Mendukung program dan kebijakan sekolah dalam proses belajar dan mengajar

Turut memberikan kritisk serta saran yang membangun proses pengajaran

Turut melakukan pengawasan terhadap peserta didik

Bersedia melakukan kerja sama dengan sekolah dalam rangka mendukung proses belajar dan mengajar

Turut serta menjaga keamanan lingkungan sekolah. ( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )

BACA BERITA Apa Itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved