Berita Luar Negeri
Bus Meledak Tewaskan 12 Orang, Jenderal Polisi Sebut Sabotase
Sebuah bus meledak di Pakistan. Diketahui ledakan mobil yang mengangkut lebih dari 30 pekerja itu menewaskan sedikitnya 12 orang pekerja.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebuah bus meledak di Pakistan yang menyebabkan setidaknya 12 orang meninggal dunia.
Dari keduabelas korban tersebut, disebutkan sembilan di antaranya merupakan warga China.
Tak hanya itu, dua tentara Pakistan juga termasuk di antara yang tewas setelah ledakan itu membuat bus masuk jurang.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (14/7/2021), bus tersebut diketahui membawa 40 insinyur, surveyor, dan staf mekanik ke proyek pembangkit listrik tenaga air Dasu di utara Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, sekitar 190 km (118 mil) utara ibu kota, Islamabad, pada Rabu pagi.
Sayangnya, penyebab pasti ledakan itu juga masih belum diketahui.
Baca juga: Pengemudi Mobil Sigra Tewas Tergencet Truk Kontainer yang Terguling
Namun Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan kemungkinan hal itu terjadi karena adanya kegagalan mekanis.
"Pagi ini sebuah bus yang membawa pekerja China di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, jatuh ke jurang setelah mengalami kegagalan mekanis yang mengakibatkan kebocoran gas dan memicu terjadinya ledakan," kata pihak Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui pernyataan tertulisnya.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Moazzam Jah Ansari, satu di antara pejabat kepolisian setempat menduga bahwa kejadian tersebut disebabkan karena adanya sabotase.
"Sepertinya sabotase," kata Moazzam Jah Ansari yang dilansir dari Reuters, Rabu (14/7/2021).
Namun, pihak kepolisian hingga kini diketahui masih terus menyelidiki kejadian tersebut.
Baca juga: PNS Tewas Kecelakaan, Motor Tertabrak Truk saat Hendak Menyeberang
Menanggapi kejadian bus meledak di Pakistan yang menewaskan sembilan warganya, Zhao Lijian selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan mereka terkejut dan mengutuk serangan yang dipercaya sebagai serangan bom itu.
“Baru-baru ini, para pekerja kami di sebuah bisnis pada proyek tertentu di Pakistan diserang dan menyebabkan kematian serta luka-luka.”
"Kami berduka atas personel China dan Pakistan yang tewas dalam serangan itu dan menyatakan simpati kepada keluarga yang berduka dan yang terluka," kata Zhao dalam jumpa pers harian.
Zhao juga mengatakan bahwa pihaknya telah meminta kepolisian Pakistan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk menemukan penyebab pasti kejadian bus meledak di Pakistan itu.
Bukan hanya itu, China juga meminta agar pelakunya bisa segera ditindak karena telah menyebabkan kematian sejumlah pekerja.
"Kami telah menuntut pihak Pakistan untuk menyelesaikan insiden tersebut, menangkap dan menghukum dengan tegas para penyerang sesegera mungkin, dan dengan sungguh-sungguh melindungi keselamatan personel, institusi, dan proyek China di Pakistan," tambah Zhao.
Sebelum kejadian tersebut terjadi, rupanya pihak China sendiri telah memperingatkan para warganya yang berada di Pakistan untuk berhati-hati.
Pasalnya, Pakistan sendiri diketahui merupakan sekutu China yang berada di Asia Selatan dan permasalahan keamanan selalu menjadi isu utama di antara kedua negara tersebut.
“Kami telah menginformasikan warga China di Pakistan untuk menghindari berkeliaran di luar, kecuali terkait urusan pekerjaan atau bisnis juga memberikan perhatian khusus untuk melindungi keselamatan mereka,” lanjutnya.
Menanggapi permintaan China, pihak berwajib Pakistan mengatakan bahwa mereka telah berusaha berkomunikasi dengan kedutaan besar Negeri Panda itu di Islamabad.
Selain itu, mereka juga mengaku tak hanya mementingkan keselamatan warganya, melainkan pihak lain termasuk warga China.
"Pakistan sangat mementingkan keselamatan dan keamanan warga negara China, proyek dan institusi."
Bahkan mereka juga serius dalam menangani kecelakaan tersebut dengan mengerahkan pihak kepolisian serta regu penjinak bom ke lokasi kejadian.
Sebagai informasi, proyek pembangkit listrik tenaga air Dasu adalah bagian dari Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) senilai $60 miliar.
Selain itu, proyek tersebut juga masuk pada program ekstensif pembangunan infrastruktur dan perdagangan antara kedua negara yang bertujuan untuk menghubungkan China barat ke pelabuhan Gwadar di Pakistan selatan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bus-di-pakistan-meledak-12-orang-meninggal-dunia.jpg)