Breaking News:

Pesisir Barat

Sembilan Pekon di Pesisir Barat Lampung Jadi Lokus Penanganan Stunting 2022

Sembilan Pekon di tiga Kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat akan menjadi prioritas lokasi fokus (lokus) pencegahan dan penanganan stuntin tahun 2022.

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Nanda Yustiza R
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Diskes) Pesisir Barat Irhamuddin. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESISIR BARAT – Sembilan Pekon di tiga Kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat akan menjadi prioritas lokasi fokus (lokus) pencegahan dan penanganan stuntin tahun 2022 mendatang.

Hal itu dikatakan oleh  Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Diskes) Pesisir Barat Irhamuddin.

"Kalau tahun 2021 ini kita belum lokus," kata Irham mewakili Kadiskes Pesisir Barat Tedi Zadmiko, Kamis (15/7/2021).

Dirinya mengatakan, program tersebut diberi nama Aksi Konfengensi Stunting. Pelaksanaannya di Pekon Menyandang dan Pekon Way Sindi di Kecamatan Karya Penggawa.

Lalu di Pekon Gedung Cahaya Kuningan, Sumber Agung, Mon, Negeri Ratu Ngambur di Kecamatan Ngambur.

Baca juga: Bebas Stunting 2023, Pemkab Lamteng Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini

"Pekon Suka Maju, Suka Rame, dan Raja Basa di Kecamatan Ngaras," ujar Irham.

Menurutnya, penetapan lokus tersebut berdasarkan jumlah kasus yang ada. Berdasarkan jumlah kasus tahun 2021, di Kecamatan Karya Penggawa ada 7 kasus, Ngambur ada 6 kasus, dan Ngaras 4 kasus.

Dalam program tersebut, pihak Diskes Pesisir Barat juga akan bekerja sama dengan lintas sektor lain. Lantaran kasus stunting, menurutnya, mempunyai banyak faktor penyebab.

"Kalau kita di Pesisir Barat ini faktor utamanya penyakit penyerta, keadaan ekonomi, dan pola asuh yang salah," kata Irham.

"Kalau kita hanya menangani yang spesifiknya 30 persen, sedangkan yang sensitifnya 70 persen harus bersama dinas instansi terkait," ujarnya menambahkan.

Menurut Irham, berdasarkan jumlah kasus yang ada, kasus stunting di Pesisir Barat berada di bawah rata-rata nasional.

Dimana kasus stunting rata-rata nasional sebesar 24 persen, sedangkan Pesisir Barat hanya 10 persen.

Walaupun memiliki rataan lebih sedikit dibandingkan nasional, pemerintah Kabupaten Pesisir Barat tetap menjadikan penanganan dan pencegahan kasus stunting sebagai perhatian yang serius dan harus ditangani.

"Kita tidak boleh terlena dengan kasus yang sedikit, apa lagi bila kita kaitkan dengan masa Pandemi Covid-19 ini," kata Irham. ( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved