Breaking News:

Bandar Lampung

Polisi Masih Kumpulkan Alat Bukti Dugaan Perselingkuhan Oknum Sipir Bandar Lampung

Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih mendalami penyelidikan perselingkuhan dan penelantaran anak oleh oknum sipir di Bandar Lampung.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Joeviter
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana saat diwawancarai awak media. 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dugaan perselingkuhan dan penelantaran anak yang dituduhkan Krisnawati (30), kepada suaminya, EF (33), oknum sipir di Bandar Lampung masih dalam penyelidikan polisi setempat.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kelengkapan alat bukti pendukung tuduhan yang dilayangkan Krisnawati terhadap EF. 

"Untuk saat ini kita masih terus berusaha melengkapi alat bukti. Karena setiap tuduhan yang diberikan itu kan harus berdasarkan bukti-bukti," ujar Resky, Rabu (21/7/2021).

Terkait dugaan penelantaran anak oleh EF yang dituduhkan sang istri, Resky mengatakan, seseorang dapat dikatakan telah menelantarkan anak jika tidak lagi menafkahi minimal selama tiga bulan. 

"Itu juga yang masih kita selidiki. Apakah unsur dari tuduhan tersebut sudah terpenuhi atau belum," kata Resky.

Baca juga: Pemprov Lampung Percepat Hadirnya Alat Terapi Plasma Konvalesen

Sebelumnya, EF, oknum sipir di Bandar Lampung dilaporkan sang istri, Krisnawati ke Polresta dengan tuduhan perzinahan dan penelantaran anak. 

Pelaporan tersebut bermula saat EF terpergok sedang pergi bersama seorang teman wanitanya di kawasan kota Karang, Telukbetung Timur, Bandar Lampung pada 5 Juni 2021 lalu. 

Saat itu, EF berdalih hanya pergi untuk makan bersama temannya. Namun pernyataan tersebut tidak dipercayai sang istri dan pihak keluarga lantaran itu bukan kali pertama EF terpergok bersama teman wanita. 

Krisnawati juga menyatakan, sebelumnya dia juga sempat melaporkan sang suami ke kepolisian. Namun, saat itu pihaknya didamaikan melalui jalur mediasi. 

"Kali ini saya tidak akan berdamai lagi, karena sudah terlanjur sakit hati. Saya harap polisi bisa memprosesnya," kata Krisnawati. ( Tribun Lampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved