Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Khusus dengan Pelestari Keris sebagai Budaya di Pringsewu Lampung

Simak Wawancara Eksklusif Tribunlampung.co.id dengan Satrio pria asal Pringsewu yang peduli dengan pelestarian keris sebagai seni dan budaya.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Keris tidak hanya identik dengan senjata, pusaka, atau benda yang memiliki unsur seni dan budaya.

Tak jarang banyak orang mengaitkan keris dengan hal mistis atau klenik.

Karenanya, penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memandang keris sebagai benda mistis atau klenik, sehingga makna dari keris itu sendiri tidak berubah.

Di Kabupaten Pringsewu, ada seorang bernama Satrio yang peduli dengan pelestarian keris sebagai seni dan budaya.

Ia tak segan memajang keris di ruang tamu rumahnya, bukan menyimpannya di ruangan khusus yang malah akan membuat keris seperti benda misterius atau seram.

Berikut petikan Wawancara Eksklusif Tribunlampung.co.id dengan Satrio.

1. Bisa jelaskan soal keris sebagai budaya? Sebab, selama ini masih ada pemahaman keliru di tengah masyarakat bahwa keris kaitannya dengan mistis.

Jawab: Saya pribadi menilai keris adalah salah satu warisan nenek moyang. Salah satu budaya orang Jawa. Terkait keris sebagai hal klenik menurut banyak orang, bagi saya itu 'korban' sinetron. Kenapa saya bilang 'korban' sinetron? Setiap ada sinetron yang berhubungan dengan keris, pasti 'larinya' ke dukun dan ke klenik.

Selengkapnya, baca koran Tribun Lampung edisi Kamis (22/7). ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved