Breaking News:

Pringsewu

Telat Tanam Padi di Musim Gadu, Petani Pringsewu Lampung Manfaatkan Air di Dasar Sungai

Petani padi Pringsewu mulai memanfaatkan sumber air yang ada di dasar sungai Way Buluk mengingat tanam padi di musim gadu petani tak dapat air.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C
Sebuah mesin alkon tengah beroperasi menyedot air di cekungan dasar sungai Way Buluk untuk mengairi tanaman padi di areal sawah sekitarnya. Tepatnya di bawah jembatan gantung Pekon Bulukkarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Petani padi di Kabupaten Pringsewu mulai memanfaatkan sumber air yang ada di sekitar sawah untuk mengairi tanaman padi di musim gadu.

Hal ini dilakukan mengingat hujan sudah tidak turun, sementara tanaman padi baru berusia setengah umur dan membutuhkan air.

Kondisi ini sebagaimana yang dialami petani di Pekon Bulukkarto, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Petani di lokasi tersebut memanfaat air yang tersisa di aliran Sungai Way Buluk.

Sungai tersebut sudah kering, namun masih ada air di cekungan dasar sungai.

Jumeno, salah satu petani di lokasi tersebut mengatakan, pemanfaatan air sungai ini memakai alat bantu mesin penyedot air atau alkon.

Selanjutnya mengalirkan air tersebut menggunakan selang ke areal persawahan dengan jarak yang tidak pendek, berkisar 200 meter sampai dengan 300 meter.

"Ini demi panen, kalau tidak nyedot, nggak panen," ujar Jumeno.

Baca juga: Buruh di Pringsewu Lampung Sepi Job, Kadisnakertrans: Jumlah Proyek Minim

Penggunaan mesin ini karena lokasi air atau sungai terletak di bawah sawah. Artinya, sawahnya lebih tinggi dari pada sungai.

Sehingga buat produksi padi di musim tanam gadu (kemarau) ini petani harus mengeluarkan biaya untuk bahan bakar mesin dan tenaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved