Bandar Lampung

Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Vaksinasi di Bandar Lampung Mandek

Stok obat dan vaksin Covid-19 kosong, penanganan pasien dan pencegahan sebaran Covid-19 di Bandar Lampung terkendala. Kekosongan sejak beberapa pekan

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer
Ilustrasi Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin Rusli. Penanganan pasien Covid-19 di Bandar Lampung terkendala karena stok obat dan vaksin Covid-19 kosong. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penanganan pasien dan pencegahan sebaran Covid-19 di Bandar Lampung terkendala, pasalnya stok obat dan vaksin Covid-19 kosong.

Upaya pencegahan melalui vaksinasi Covid-19 pun sementara waktu terhenti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan terdapat tiga kelengkapan penanganan covid-19 yang mengalami kekosong stok, yakni vaksin dan obat untuk penanganan pasien terpapar.

"Vaksin kosong dan obat anti virus juga," kata Edwin saat dihubungi, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, kosongnya stok vaksin dan obat pasien covid-19 terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

"Kalau vaksin karena memang belum dikirim pemerintah pusat, sementara obat karena belakagan banyaknya permintaan sedangkan stoknya memang terbatas," jelasnya.

Edwin mengklaim kedua permasalahan ini merupakan kondisi yang dialami dalam lingkup nasional.

"Memang ini bukan hanya terjadi di Bandar Lampung," katanya.

Baca juga: Polresta Bandar Lampung Mulai Gelar Perkara Dugaan Penganiayaan Perawat Puskesmas Kedaton

Ia mengakui, tidak ada waktu pasti dua kelengkapan tersebut bisa kembali stabil.

"Sepertinya vaksin baru Agustus nanti dikirim, tapi waktunya tidak pasti, bisa lebih cepat atau bisa juga lebih lambat dari yang diperkirakan. Begitu juga jumlahnya, bisa saja lebih sedikit dari yang dibutuhkan," kata dia.

Karena terhambatnya pengiriman tersebut, proses vaksinasi, dikatakan dia, juga ikut mandek.

"Dari target 770 ribu, saat ini sudah tersuntik 330 ribu. Artinya masih butuh sebanyak 440 ribu dosis vaksin lagi kita untuk mewujudkan herd imunity," ujar dia.

Sementara untuk ketersediaan obat untuk pasien covid-19, kata dia, hal itu tergantung dari bagaimana proses distribusi bari distributor berjalan.

Untuk diketahui, sejumlah obat yang dinilai bisa dipakai untuk pasien covid-19 yang mengalami kelangkaan seperti Oseltamivir produksi Indofarma, Favipiravir, dan Azithromycin produksi Kimia Farma yang mulai terjadi kelangkaan. Lalu, stok vitamin juga mulai menipis, seperti D3 5000 UI dan Enervon C dan sejenisnya juga mengalami kelangkaan akibat demand atau permintaan yang meningkat.

Ketersediaan Oksigen Terbatas

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved