Apa Itu
Apa Itu Demografi dan Bonus Demografi
demografi adalah data statistik yang menyangkut populasi penduduk yang didasarkan atas berbagai klasifikasi seperti usia, ras, agama dan lainnya.
Penulis: Reni Ravita | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dikutip dari Investopedia, demografi adalah data statistik yang menyangkut populasi penduduk yang didasarkan atas berbagai klasifikasi seperti usia, ras, jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan pendidikan.
Lalu tingkat kelahiran, tingkat kematian, kepadatan penduduk, tingkat pendapatan, dan sebagainya.
Pembahasan apa itu demografi berkaitan dengan kependudukan.
Demografi adalah data yang sangat penting dalam pengambilan kebijakan pemerintah.
Pemerintah lazim menggunakan demografi untuk perencanaan kebijakan hingga pembagian sumber daya.
Beberapa produk kebijakan pemerintah yang didasarkan atas demografi adalah penyaluran subsidi, pembangunan fasilitas publik, bantuan sosial, dan sebagainya.
Dari sisi ekonomi, sejumlah perusahaan juga sangat bergantung pada data demografi. Pengertian demografi sangat erat dengan penentuan pasar.
Misalnya sebuah perusahaan produsen mobil mewah dan ingin menjangkau pasar di suatu negara, tentu perlu mengetahui tingkat pendapatan masyarakat negara tersebut.
Hal itu bisa dilihat dari data demografi.
Dengan menggunakan data demografi, maka perusahaan bisa menentukan pasar yang potensial disasar sesuai segmentasi produk atau jasa mereka.
Karena vitalnya apa itu demografi, hampir setiap negara memiliki lembaga yang khusus melakukan pencatatan penduduk.
Di Indonesia, tanggung jawab itu diemban oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Data demografi dikumpulkan dan diperbarui secara rutin dalam periode tertentu.
Data kependudukan cukup signifikan dikontribusi dari Sensus Penduduk yang dilakukan setiap 10 tahun sekali.
Data statistik demografi menyediakan informasi yang sangat terperinci suatu populasi atau kelompok dalam suatu wilayah.
a. Bonus demografi
Dalam istilah demografi, juga dikenal bonus demografi yang menggambar usia produktif masyarakat suatu negara.
Bonus demografi adalah peluang yang bisa dinikmati suatu negara karena besarnya jumlah penduduk usia produktif yakni rentan usia 18 sampai 64 tahun.
Yang artinya, semakin banyak tenaga kerja yang bisa terpakai.
Semakin besar bonus demografi, semakin besar pula suatu negara bisa memacu pertumbuhan ekonominya.
Demografi adalah data statistik yang berperan sangat vital dalam keputusan pemerintah.
Dilansir dari Bappenas.go.id, Pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).
Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.
Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.
Untuk itu, melalui kerangka kerja inisiatif Reverse Linkage, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan the Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) melaksanakan Peer Learning and Knowledge-Sharing Workshop on Skills Development Strategy Formulation di Hotel Pullman, Jakarta, pada 22-24 Mei 2017. ( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-demografi-dan-bonus-demografi.jpg)