Kasus Corona di Lampung
13 Daerah di Lampung Zona Merah Covid-19, Satgas: Lakukan PPKM
Sebanyak 13 kabupaten/kota di Lampung masuk zona merah Covid-19 per Selasa (3/8/2021).
Kemudian pada minggu pertama Agustus ini, kembali datang sebanyak 12.260 vial atau 122.600 dosis. Alokasinya untuk Diskes sebanyak 6.130 vial, TNI 3.065 vial, Polri 3.065 vial.
Selain itu, Lampung juga mendapatkan vaksin merek Moderna untuk nakes sebanyak 2.430 vial masing-masing 14 dosis, sehingga total ada 34.020 dosis.
Alokasinya untuk Dinas Kesehatan sebanyak 2.420 vial atau 33.880 dosis, Kantor Kesehatan Pelabuhan sebanyak 10 vial atau 140 dosis.
"Jadi untuk vaksin tahap ketiga bagi nakes kita dapat moderna, sudah distribusikan kedaerah sesuai peruntukannya. Vaksin-vaksin ini sudah didistribusikan ke daerah sesuai arahan Kemenkes," kata Reihana.
Jemput Oksigen
Selain vaksin, Pemprov Lampung juga terus menambah pasokan oksigen. Terbaru, Disperindag Lampung menjemput bola ambil oksigen ke PT Oki Pulp and Paper di Sumatera Selatan.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung M Zimmi Skil mewakili Kadisperidag Elvira Umihanni mengatakan, pihaknya menemui pimpinan PT Oki Pulp and Paper (Sinarmas Grup) untuk menanyakan bantuan oksigen liquid untuk Lampung.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Kejari Tulangbawang Lampung Akan Pidana Penimbun Obat
Ia mengaku, proses pengiriman oksigen itu menggunakan kapal tanker. Karena debit air sedang berkurang, laju kapal agak lambat.
"Jadi agak mengalami kesulitan dari Pelabuhan GUI Gajah Unggul internasional menuju pabrik memakan waktu kurang lebih 36 jam pulang pergi sampai kembali ke pelabuhan bila kondisi normal," kata Zimmi.
Kemudian di lapangan ada juga banyak antrian ISO tang dari provinsi lain. Di antaranya dari Jawa Barat dan Sumsel sendiri. Sehingga pendistribusian oksigen ini belum dilakukan.
"Apabila kondisi di lapangan sudah baik dan tidak ada kendala maka dalam waktu dekat, hari Kamis atau Jumat sudah sampai di Lampung," katanya.
RS Darurat
Sementara itu, Wisma Haji di Rajabasa Bandar Lampung yang dipersiapkan sebagai rumah sakit darurat Covid masih belum ada kegiatan sejak dikunjungi perwakilan dari Kementerian BUMN.
Sebelumnya utusan Kementerian BUMN telah meninjau Wisma Haji dan menyatakan RS darurat akan dikerjakan selama 10 hari kedepan. Nantinya gedung yang dipakai yakni Multazam berlantai 5.
Tribun sempat melihat-lihat fasilitas di gedung ini. Kamar yang akan menjadi tempat merawat pasien Covid terlihat sangat nyaman.