Breaking News:

Bandar Lampung

Alasan Warga Lampung Tak Mau Divaksin Covid-19 Hasil Survei BPS Lampung

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mengungkap alasan masyarakat Lampung yang tak mau ikut program vaksin Covid-19.

Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Warga di Kecamatan Metro Timur antusias mengikuti vaksinasi massal. Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mengungkap alasan masyarakat Lampung yang tak mau ikut program vaksin Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mengungkap alasan masyarakat Lampung yang tak mau ikut program vaksin Covid-19.

Sebagian masyarakat Lampung menolak vaksin Covid-19 karena takut dan tak percaya dengan keampuhan vaksin. 

BPS Lampung mengungkap, masyarakat Lampung menolak divaksin dengan berbagai alasan, mulai dari takut efek sampingnya hingga tidak percaya efektivitas vaksin tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung pada 13-20 Juli 2021 terhadap 1.629 responden yang belum divaksinasi, sebanyak 26 persen responden laki-laki beralasan tidak percaya efektivitas vaksin atau takut efek sampingnya.

"Sementara responden perempuan yang takut divaksin atau tidak percaya efektivitas vaksin ada 17,88 persen," ungkap Kepala BPS Lampung Faizal Anwar melalui Koordinator Fungsi Nerwilis Nurul Andriana dalam siaran pers BPS Lampung, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Viral Berebut Nomor Antrean Vaksin Timbulkan Kerumunan di Tangerang

Lalu sisanya 74 persen responden laki-laki belum vaksin karena belum ada kesempatan atau alasan lainnya dan juga 82,12 persen responden perempuan memilih alasan serupa.

Selain itu, BPS juga mengambil data dari 2.334 responden yang sudah melakukan vaksin. 

Dimana dua pertiga responden menyatakan mau divaksin atas kesadaran pribadi untuk pencegahan Covid-19.

"Alasan lainnya sebanyak 26,11 persen responden perempuan divaksin karena diwajibkan pemerintah, atasan atau tempatnya bekerja," ujarnya.

Sementara ada 27,71 persen responden laki-laki yang juga memiliki alasan sama, dimana melakukan vaksin karena kewajiban dari pemerintah, kantor, atau atasan.

Baca juga: Peringati HUT RI, Satlantas Polresta Bandar Lampung Vaksinasi Keliling ke Kelurahan Durian Payung

"Hanya berada di bawah 5 persen baik responden laki-laki maupun perempuan yang melakukan vaksin atas rekomendasi tenaga kesehatan," imbuh Nurul.

Untuk tingkat kepatuhan responden dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes) berdasarkan status vaksinasi, menunjukkan responden yang sudah divaksin cenderung lebih tertib prokes daripada yang belum vaksin.

"Dari hasil survei, yang sudah divaksin ternyata lebih patuh prokes dibandingkan mereka yang belum menjalani vaksinasi," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved