Breaking News:

Tanggamus

BPBD Tanggamus Lampung: Jembatan Darurat di Pematang Sawa Bisa Dilewati Warga

Pembangunan jembatan darurat di jalan lintas Kecamatan Pematang Sawa di Kabupaten Tanggamus yang ambrol, telah selesai.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Jembatan darurat di Kecamatan Pematang Sawa Tanggamus sudah bisa dilewati warga. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Pembangunan jembatan darurat di jalan lintas Kecamatan Pematang Sawa di Kabupaten Tanggamus yang ambruk, telah selesai. 

Kasi Kedaruratan BPBD Tanggamus Budi mengatakan, pengerjaan jembatan darurat selesai dalam waktu semalam.

Selanjutnya siangnya tinggal perapihan oleh warga setempat.

"Jembatan darurat langsung dibuat waktu alat berat tiba. Terus jembatan langsung selesai dibuat semalaman," ujar Budi, Sabtu (7/8/2021).

Budi mengaku, pengerjaan jembatan darurat cepat rampung. Sebab bahan dari batang kelapa sudah disiapkan dan tinggal di pasang.

"Paginya jembatan dirapikan dengan warga di sana. Siang sudah bisa dilewati. Jadi penanganan darurat jembatan di sana berakhir," kata Budi.

Baca juga: Kelurahan Tangguh Nusantara Metro Dapat Dana Isoman Covid-19 Rp 75 Juta

Kini jembatan sudah bisa dilalui namun dibatasi kapasitasnya.

Untuk sepeda motor sudah pasti bisa melintas, namun untuk kendaraan, maksimal hanya pick up dan kendaraan pribadi.

"Kalau truk yang bermuatan tidak bisa, paling maksimal hanya pikap L300, sebab sifatnya hanya darurat," lanjut Budi.

Ia mengaku, dalam pengerjaan pembuatan jembatan darurat tersebut tidak ada kendala.

Mulai dari bahan yang siap dan tenaga dari warga yang bersama-sama membuatnya.

Harapannya jembatan darurat tersebut bisa dirawat sampai adanya pembangunan jembatan permanen, maka butuh kesadaran semuanya agar kendaraan bermuatan berat jangan melintas.

Jembatan di perbatasan Pekon Guring dan Pekon Way Nipah tersebut roboh bukan karena faktor alam dan bukan dampak bencana alam.

Namun karena sangat penting bagi masyarakat maka penanganannya diprioritaskan.

Budi mengaku, selama jembatan itu roboh aktivitas masyarakat yang lewati jembatan itu berhenti total.

Sebab jembatan itu ada di jalur utama dan satu-satunya penghubung pekon di Kecamatan Pematang Sawa. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved