Universitas Muhammadiyah Metro
Wakil Rektor II UM Metro Suyanto : Kesiapan Keuangan Perguruan Tinggi Menghadapi MBKM
Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Sumatera Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro ) Versi Kemdikbudristek.
Penulis: Advertorial Tribun Lampung | Editor: Advertorial Tribun Lampung
Untuk dana APBN adalah mahasiswa tetap membayar SPP di perguruan tinggi masing-masing walaupun mereka mengambil beberapa mata kuliah di perguruan tinggi lain.
Hal ini sangat menguntungkan perguruan tinggi swasta karena tidak semua perguruan tinggi sudah memiliki nama di mata mahasiswa Indonesia. Sehingga kemungkinannya sangat kecil PTS tersebut untuk dipilih mahasiswa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa akan memilih kampus besar dengan penawaran mata kuliah unggulan yang menarik. Hal ini secara tidak langsung membuat kampus-kampus kecil kalah bersaing dengan kampus besar yang mayoritas ada di pulau Jawa. Sedangkan syarat berlangsungnya kelas MBKM apabila kuota mahasiswa mencapai 20 orang untuk 1 mata kuliah yang ditawarkan.
Saat ini pelaksanaan MBKM masih berdasarkan seleksi yang diadakan oleh Kemdikbud Ristek.
Mahasiswa yang lulus seleksi MBKM dapat memilih mata kuliah yang ditawarkan pada perguruan tinggi yang telah ditentukan. Sehingga untuk pembiayaan masih ditanggung oleh APBN seutuhnya, baik itu untuk kepentingan perkuliahan ataupun akomodasi dosen.
Namun akan berbeda bila pelaksanaan MBKM dilaksanakan secara luring dan mandiri.
Mahasiswa akan membayar SPP sejumlah yang ditentukan oleh perguruan tinggi yang dituju, selain itu juga mahasiswa harus menyiapkan dana untuk tempat tinggal dan biaya hidup.
Pelaksanaan MBKM secara mandiri ini akan menguntungkan perguruan tinggi yang memiliki banyak peminat karena akan mendapat pemasukan tambahan dari mahasiswa luar.
Sedangkan bagi perguruan tinggi kecil hal ini akan menjadi bumerang besar karena mahasiswa akan memilih kampus luar yang lebih besar dan secara otomatis mereka akan membayar SPP dikampus tersebut.
Kondisi keuangan perguruan tinggi dapat dipastikan goyah karena jumlah pemasukan yang bersumber dari SPP akan berkurang. Hal ini yang menjadi ancaman sekaligus tantangan PTS yang berada di luar pulau Jawa khususnya Sumatra.
Bagaimana Perguruan Tinggi dapat membuat kampusnya layak jual di mata mahasiswa.(*)