Berita Terkini Nasional
Tak Mau Damai, Dandim Buleleng Laporkan Warga yang Memukul Kepalanya dari Belakang
Dandim Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto akan melaporkan balik pelaku yang telah memukul kepalanya dari belakang
Dalam kegiatan itu, dijelaskan Windra, pihak TNI bertugas untuk melakukan penyekatan jalan dan mengarahkan ke petugas swab.
Hal itu dilakukan lantaran mayoritas warga Desa Sidetapa tak mau mengikuti testing dan tracing.
Setelah melakukan tracing kepada 104 orang dan 4 orang diketahui positif Covid-19, pihak TNI melanjutkan penyekatan jalan untuk mengarahkan warga ke tempat swab test.
Sekitar pukul 11.00 WITA, sepasang remaja laki-laki yang mengendarai satu sepeda motor menolak untuk dihentikan oleh petugas TNI untuk mengikuti tes swab.
Kedua remaja tersebut diduga terganggu dengan petugas, kemudian remaja itu menabrak salah satu petugas.
“Oleh petugas dikejar untuk dikonfirmasi, terus yang bersangkutan menyampaikan ‘kalian kenapa menghalangi jalan kami’,” ujar Windra.
Kedua remaja itu, lanjut Windra, terus meronta-ronta menolak untuk dilakukan swab tes antigen.
Selang beberapa saat, orang tua kedua remaja itu datang dan berusaha menarik anaknya agar tidak dilakukan tes swab antigen.
Pada saat mengarahkan kedua orang itu, tambah Windra, kepalanya tiba-tiba dipukul dari belakang oleh salah satu warga di sana.
“Disaat itu lah saya yang berusaha mengarahkan orang tuanya, dipukul kepala saya dari arah belakang oleh salah satu warga di sana,” terangnya.
Anggota TNI yang berada di sana pun langsung bereaksi.
Tak terima melihat Windra dipukul, anggota TNI kemudian menyerang warga yang memukul Windra tersebut.
“Jadi sebenarnya pemicu kenapa anggota TNI itu dipukul, karena saya komandan Kodim Buleleng dipukul dari belakang kepalanya. Dan itu dilihat oleh petugas,” paparnya.
Windra menyayangkan video tersebut viral, lantaran yang terlihat dalam video itu terpotong dan tidak lengkap. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/warga-buleleng-yang-dipukul-tni-tolak-mediasi-ingin-bawa-permasalahan-ke-jalur-hukum.jpg)