Breaking News:

Tulangbawang

Nyambi Jadi Bandar Narkotika, Nelayan di Tulangbawang Lampung Diringkus Petugas

Yantori (38), seorang nelayan di Tulangbawang Lampung diringkus petugas Satresnarkoba Polres setempat. Ia diduga nyambi jadi pengedar sabu.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id
Ilustrasi. Nyambi Jadi Bandar Narkotika, Nelayan di Tulangbawang Lampung Diringkus Petugas 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Yantori (38), seorang nelayan di Tulangbawang Lampung diringkus petugas Satresnarkoba Polres setempat.

Warga Kuala Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang itu diduga nyambi jadi pengedar sabu ditengah-tengah kesibukannya bekerja sebagai nelayan.

"Tersangka dibekuk Senin (23/08/2021), pukul 18.00 WIB, saat sedang berada di rumahnya," terang Kasatreskoba AKP Anton Saputra mewakili Kapolres AKBP Hujra Soumena, Kamis (26/08).

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa dua bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,77 gram, 6 bungkus plastik klip berisi serbuk ekstasi dengan berat bruto 5,18 gram, dan timbangan digital warna silver.

Kasat menjelaskan, informasi yang didapat petugas disebutkan bahwa sebuah rumah di Kampung Kuala Teladas sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

Baca juga: Stok Vaksin Terbatas, Tingkat Vaksinasi di Tulangbawang Lampung Hanya 8,2 Persen

"Saat petugas kami tiba dilokasi dan dipastikan rumah tersebut sedang ada penghuninya, langsung dilakukan penggerbekan. Di sana berhasil ditangkap seorang laki-laki yang merupakan pemilik rumah serta turut disita barang bukti sabu dan timbangan digital," beber Anton.

Sebagai ganjarannya, tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga: Pelaku Begal di Tulangbawang Lampung Lawan Polisi, Betis Kanan Dihadiahi Peluru

Tersangka dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. ( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved