Apa Itu
Apa Itu Stomata, Alat Pernapasan pada Tumbuhan
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu stomata yang sering dikenal sebagai alat pernapasan pada tumbuhan.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Semasa sekolah, istilah apa itu stomata lebih dikenal dengan alat pernapasan pada tumbuhan.
Sebagai makhluk hidup, tumbuhan juga perlu bernapas, yaitu melalui stomata.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian stomata merupakan celah-celah pada epidermis tumbuhan, biasanya terdapat dalam jumlah yang banyak, terutama pada daun.
Sementara menurut National Center for Biotechnology Information, stomata adalah organ pengatur gas pada tumbuhan telah mengembangkan struktur spesifik dan fisiologi yang unik dan menghasilkan pergerakan sel penjaga.
Istilah stomata diketahui berasal dari bahasa Yunani, yaitu stoma yang berarti mulut.
Sebab, bentuk stomata umunya terlihat seperti celah seperti mulut atau mata yang bisa membuka dan menutup.
Baca juga: Apa Itu Luas dalam Pelajaran Matematika
Gerakan terbukanya stomata pada daun biasanya terjadi saat melakukan fotosintesis.
Proses tersebut terjadi disebabkan oleh adanya kenaikan kadar gula pada plasma sel pengawal.
Fungsi stomata
Adapun fungsi stomata yang digambarkan sebagai alat pertukaran gas pada proses fotosintesis.
Salah satu bahan utama fotosintesis adalah karbon dioksida dari udara.
Dilansir dari Biology Dictionary, stomata berkembang untuk memastikan kandungan karbon dioksida bisa menembus daun dan jaringan lain dari tanaman, sehingga proses fotosintesis menjadi lebih efisien.
Unsur karbon dioksida dapat masuk ke dalam tumbuhan melalui stomata yang terbuka, tidak ada jalan masuk lainnya.
Setelah proses fotosintesis dilakukan, karbon dioksida akan berubah menjadi oksigen yang harus dikeluarkan.
Oksigen itu akan keluar dari jalan yang sama saat karbon dioksida masuk, yaitu stomata.
Selain itu, fungsi stomata lainnya yang tak kalah penting adalah sebagai regulasi pergerakan air dalam tumbuhan saat melakukan proses transpirasi.
Stomata membantu penguapan uap air dari dalam tubuh tumbuhan.
Saat tumbuhan kelebihan air, stomata akan terbuka untuk transpirasi.
Sementara saat tumbuhan kekurangan air atau cuaca panas, stomata akan tertutup untuk menghindari kekurangan air.
Bahkan, stomata ini juga bisa menjadi indikator karbon dioksida dan suhu di masa lampau.
Kadar karbon dioksida dan suhu di bumi berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu.
Fungsi stomata pada fosil tumbuhan juga dapat membantu penentuan kadar karbon dioksida dan suhu pada suatu waktu.
Itulah penjelasan mengenai apa itu stomata. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )