Bandar Lampung
Perusakan Mobil di Bandar Lampung Masih Diselidiki, Kasatreskrim: Pelaku Orang Tak Dikenal
Kasus tindak pidana perusakan mobil di Bandar Lampung, tepatnyna di Jalan Ir Juanda, Pahoman, Enggal, masih ditangani aparat kepolisian setempat.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasus tindak pidana perusakan mobil di Bandar Lampung, tepatnyna di Jalan Ir Juanda, Pahoman, Enggal, masih ditangani aparat kepolisian setempat.
Saat ini jajaran Satreskrim Polresta Bandar Lampung tengah melakukan penyelidikan berdasarkan dari laporan korban.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana menyatakan, pihaknya sudah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi.
"Sedang diselidiki, kami masih mendalami keterangan saksi dan korban," kata Resky, Minggu (29/8/2021).
Menurutnya, dalam perkara ini belum dapat disimpulkan tindak pidana seperti apa yang sebenarnya terjadi.
Baca juga: Aturan Resepsi Pernikahan di Bandar Lampung, Tak Boleh Makan di Tempat dan Foto Bersama
Resky pun belum dapat menyampaikan motif dan kronologis lengkap berdasarkan dari hasil pemeriksaan sementara.
"Motif juga masih kita dalami, yang jelas, berdasarkan laporan korban dalam peristiwa tersebut terjadi pemukulan dan pengerusakan mobil oleh pelaku tidak dikenal," kata Resky.
Selain itu, lanjut Resky petugas juga masih berusaha mengumpulkan keterangan dari saksi lain serta alat bukti yang tertinggal di lokasi kejadian.
"Kita juga masih mencari alat yang diduga digunakan oleh pelaku untuk memecahkan kaca mobil milik korban," kata Resky.
Sebelumnya, satu unit mobil Honda Jazz warna silver dengan plat BE 1786 YG menjadi sasaran dan pengerusakan sejumlah orang tidak dikenal, Minggu (22/8) dini hari.
Baca juga: Izinkan Resepsi Pernikahan di Bandar Lampung, Wali Kota: Maksimal 2 Jam
Adik korban, King King (24) warga Rajabasa, Bandar Lampung ini mengatakan, hal tersebut bermula saat dia dan sang kakak yang baru saja pulang dari pantai Sebalang.
Saat itu, mereka memutuskan untuk melewati jalur dalam kota, melalui Stadion Pahoman.
"Waktu sampai di Pahoman, jalan di bawah flyover itu kan ditutup. Jadi kami muter lewat Stadion Pahoman," kata King.
Saat melintasi Stadion Pahoman tersebut, King dan sang kakak melihat adanya keributan. “Kami lihat ada rombongan anak-anak mobil Vios yang lagi digebukin,” kata King.
Namun lantaran tidak ingin terlibat masalah, kedua korban memutuskan untuk menjauh. Setelah memutuskan untuk menjauh, mobil yang ditumpangi King seperti dibuntuti.