Tanggamus
Banjir di Tanggamus Lampung Akibat Tanggul Jebol, Puluhan Makam Porak-poranda
Puluhan makam di Tanggmus porak-poranda akibat banjir yang disebabkan tanggul jebol. Pekon Sukaraja yang paling parah terkena banjir.
Seterusnya air mengalir ke beberapa pekon sekitarnya.
Baca juga: Kejar Kebakaran, Mobil Damkar Tanggamus Lampung Terbalik Saat Manuver di Tikungan
Kebetulan volume air di sungai-sungai pada pekon lainnya juga tinggi.
"Hujannya cuma sebentar sekitar dua jam tapi deras sekali. Terus langsung banjir, air masuk ke rumah-rumah. Ya sudah tidak bisa apa-apa," tambah Ardi.
Ia mengaku, banjir baru surut mulai tengah hari karena vokume air pada aliran sungai lainnya pun tinggi, sehingga air tidak cepat mengalir ke sungai-sungai.
"Kalau misalnya tanggul sungai tidak jebol mungkin tidak banjir. Tapi bagaimana lagi air sungainya juga besar," terang Ardi.
Ia mengaku, kini sebagian besar tanggul Sungai Way Sedayu di Pekon Sukaraja sudah nyaris jebol.
Sebab hampir seluruhnya terkikis air.
Untuk itu harapannya segera seluruh tanggul ditebalkan.
"Kalau bisa secepatnya, tanggul ditebalkan terus diberonjong. Sebelum hujan besar lagi," terang Ardi.
Menurut Suhar, warga lainnya, sekarang ini memang ada eksavator sedang bekerja menebalkan tanggul sungai.
Namun belum seluruhnya tanggul selesai ditebalkan air sungai sudah besar.
"Sebenarnya ekskavator masih kerja, tapi belum selesai semuanya sudah banjir. Sekarang semua tanggul sudah rusak lagi," kata Suhar.
Ia mengaku, tingginya air sungai karena hujan di bagian Sedayu atas sudah berlangsung sejak Senin (30/8/2021) sore.
Lokasi tersebut merupakan perbukitan sehingga air mengalir ke bawah yakni pekon-pekon yang terdampak banjir.
Bencana di lokasi ini pernah terjadi pada September tahun lalu, dan kini terulang kembali.