Breaking News:

Lampung Selatan

Lapak Ikan di Dermaga Bom Kalianda Lampung Diperbaiki, Pengunjung Jadi Sepi

Pasca perbaikan lapak ikan di Dermaga Bom Kalianda Lampung, aktivitas pedagang sudah kembali normal meski sekarang tampak sepi.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Lapak Ikan di Dermaga Bom Kalianda Lampung Diperbaiki, Pengunjung Jadi Sepi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Pasca perbaikan lapak ikan di Dermaga Bom Kalianda Lampung, aktivitas pedagang sudah kembali normal meski sekarang tampak sepi.

Wati (40) pedagang ikan di Dermaga Bom mengatakan, penutupan pasar tersebut sudah berjalan selama seminggu.

"Iya. Sudah seminggu mas semenjak pasar ditutup senin kemarin. Katanya sih lagi ada perbikan pasar. Jadi yang rusak-rusak pada diganti. Atapnya yang bolong diganti. Lantai-lantainya yang licin juga ikut diganti, biar nggak bikin orang terpeleset," kata Wati sembari menimbang ikan, Sabtu (4/9/2021).

Wati mengakui semenjak pasar ditutup jualannya menjadi sepi.

"Iya mas. Beberapa hari ini jualan saya sepi banget, mungkin imbas dari penutupan pasar ini kali ya. Ditambah lagi karena Corona ini. Pembeli jadi mengurangi belanja hariannya," ungkapnya.

Baca juga: Anak-anak Dilarang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan

"Dulu saya bisa menjual ikan sampai 30 kg dan kerang 50 kg perhari. Sekarang untuk bisa habis 30 kg kerang dalam sehari saja sudah Alhamdulilah," jelasnya.

Wati mengatakan kadang uangnya cuma balik di modal karena dirinya juga harus membeli ikannya ke nelayan.

"Saya beli ikan di nelayan. Kadang sistemnya ngutang dulu. Saya bantu jualkan ikannya berapa yang habis kejual itulah yang dibayarkan," ujarnya

"Kalau dulu masih siang jualan saya udah habis. Tapi sekarang siang pun. Saya menjual kerang madu perkilonya Rp 15 ribu. Lalu ikan bawal perkilonya Rp 25 ribu," kata Wati.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang ikan lainnya bernama Tugiono (35) semenjak ditutup jarang ada pembeli yang datang.

Baca juga: Buaya Seberat 100 Kilogram di Lampung Selatan Diserahkan ke Balai Konservasi

"Biasanya saya bisa menjual 1 kwintal ikan dalam sehari. Semenjak pasar ditutup dan karena Corona pembeli jadi berkurang. Biasanya saya jualan dari jam 6 pagi siang udah habis. Sekarang sore baru habis jualan saya," ungkapnya.

"Ikan bawal, ikan mas harganya Rp 30 kg perkilonya. Kalau udang harganya Rp 70 ribu perkilo. Saya menjual dua jenis udang, udang tambak sama udang laut. Harganya sama. Yang bedain cuma warna kulitnya, kalau udang laut warnanya lebih pucet," ujarnya.

Baca juga: Warga Lampung Selatan Tangkap Buaya Muara Sepanjang 4 Meter di Dalam Tambak Udang

"Harapannta sih semoga perbaikan pasar ini bisa secepatnya selesai. Agar saya bisa kembali berjualan di kios itu lagi. Dan masyarakat bisa kembali beli ikan di sana," tutupnya. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved