UMKM Lampung

Selama Pandemi Deandra Batik Tulis Lampung Manfaatkan Instagram untuk Promosi dan Penjualan

Deandra Batik Tulis Lampung adalah galeri batik yang sejak tahun 2016 hingga sekarang konsisten membuat dan menjual batik tulis Lampung.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: soni
dokumentasi
PENJUALAN DI INSTAGRAM - Deandra Batik Tulis Lampung merupakan galeri batik yang sejak tahun 2016 hingga sekarang konsisten membuat dan menjual batik tulis Lampung, Jumat (3/9). Kini di tengah pandemi, dengan memanfaatkan penjualan via Instagram, penjualan batik tersebut telah merambah 15 provinsi di Indonesia. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Deandra Batik Tulis Lampung adalah galeri batik yang sejak tahun 2016 hingga sekarang konsisten membuat dan menjual batik tulis Lampung. Bahkan penjualannya telah mencapai 15 provinsi di Indonesia, termasuk Lampung.

Deandra Batik Tulis Lampung terletak di Jalan Garuda Nomor 03 Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Ketika kita sampai di Deandra Batik Tulis Lampung, kita akan langsung melihat pengrajin yang sedang mewarnai batik tulis yang sudah digambar motifnya dengan menggunakan lilin.

Didekat pengrajin itu ada tempat untuk merebus kain yang sudah motif batik tulisnya sudah diwarnai dan dikunci warnanya dengan menggunakan zat khusus. Tujuan merebus adalah untuk melunturkan lilin yang digunakan untuk menggambar motif batik tulis Lampung. Setelah direbus baru dijemur.

Di sebelah tempat merebus, ada pengrajin yang sedang mencanting, yakni menggambar motif batik tulis Lampung dengan menggunakan lilin.

Motif batik tulis Lampung tersebut merupakan hasil karya dari Owner Deandra Batik Tulis Lampung Andri Saprianto. Menurut Andri, satu motif batik tulis Lampung hanya untuk satu kain.

Andri mulai membuat motif batik tulis Lampung sejak Andri pertama kali membuka Deandra Batik Tulis Lampung pada tahun 2016 silam. Andri bisa membuat motif batik tulis Lampung dari hasil belajar dengan istrinya.

Sedangkan untuk menggambar motif batik tulis Lampung menggunakan lilin, lalu mewarnai, dan mengunci warna motif batik tulisnya, Andri merekrut wanita yang kebanyakan merupakan warga sekitar Deandra Batik Tulis Lampung sebagai perajin. Hingga saat ini Andri sudah memiliki 26 perajin

Motif batik tulis Lampung Andri, selalu terlihat menarik dan berbeda dengan batik tulis lain. Sebab sampai saat ini, Andri selalu berinovasi dalam membuat motif batik tulis Lampung. Inovasi ini adalah salah satu kunci Andri bisa terus menaikan penjualan batik tulisnya sekalipun sedang ada pandemi Covid-19.

"Selain inovasi, penjualan batik tulis Lampung saya juga bisa terus naik, karena saya tak hanya menjual batik tulis Lampung di galeri, tapi juga menggencarkan penjualan online di Instagram," kata Andri, Jumat, 3 September 2021

Nanung Pernah Buatkan Gabriel Medina Fin Papan Surfin Motif Batik Lampung

Untuk menjaga penjualan online lancar, setiap hari Andri upload foto batik tulis Lampungnya di Instagram. Bagi Andri Instagram adalah sebuah toko yang sifatnya online. Jadi supaya pembeli tahu batik tulis Lampung motif apa saja yang dijual, di Instagram harus selalu ada foto batik tulisnya

Arahkan UMKM ManfaatkanDigitalisasi

Deandra Batik Tulis Lampung adalah salah satu UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, Bank Indonesia selalu memberikan arahan UMKM binaannya.

Salah satu arahannya adalah agar berpikir ulang bagaimana caranya agar bisa menyediakan produk yang dibutuhkan masyarakat, namun harga yang diberikan terjangkau.

"Kalau terlalu mahal, khawatirnya masyarakat tidak mau membeli produknya dan akhirnya penjualan produknya menurun," kata Budiharto, Sabtu 4 September 2021.

Selain itu Bank Indonesia mengarahkan UMKM untuk memanfaatkan teknologi digitalisasi. Tidak harus dengan e-commerce tapi bisa dengan instagram atau facebook.

Untuk pembayarannya, Bank Indonesia sudah menyediakan QRIS yang digunakannya tidak harus dengan tatap muka, bebas biaya transaksi, dan bisa terhindar dari uang palsu.(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved