Pesisir Barat

Nanung Pernah Buatkan Gabriel Medina Fin Papan Surfin Motif Batik Lampung

Endang Sutarwan, pemilik bengkel reparasi papan surfing di pantai tanjung setia, pesisir barat. Berawal dari hobby berselancar, mejadi ladang usaha.

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Nanda Yustizar Ramdani
Endang Sutarwan pemilik bengke reparasi papan selancar Ding Repair di Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESISIR BARAT- Semilir hembusan angin pantai mampu mengusir panas sengatan sinar matahari pada kulit di siang hari di pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat.

Di sebuah gubuk papan kecil berukuran 3x5 meter terlihat berbagai macam papan selancar tersusun rapi.

Gubuk kecil ini berdiri di tengah lahan yang dikelilingi pohon kelapa. Kian memberi nuansa sejuk, meski siang itu terik sinar matahari seakan hendak membakar kulit.

Gubuk kecil di tengah lahan yang dikelilingi pohon kelapa itu menjadi bengkel papan surfing (selancar) milik Endang Sutarwan.

Pria dengan tampilan rambut panjang itu sudah lama berkecimpung di dunia surfing. Ia membuka bengkel Ding Repair, tempat untuk memperbaiki papan surfing yang rusak.

Dunia surfing sangatlah lekat dengan pria yang kini berusia 39 tahun itu. Ia telah mengenal surfing sejak duduk di bangkus sekolah dasar.

Setiap harinya Endang Sutarwan yang akrab disapa Nanung, memperbaiki papan surfing yang rusak milik turis manca negara atau wisatawan lokal yang datang ke pantai Tanjung Setia.

Baca juga: Naik Drastis, Harga Seledri di Tanggamus Tembus Rp 90.000 Kg

Tidak hanya pandai memperbaiki papan surfing, Nanung juga membuat papan surfing karyanya sendiri.

Melalui papan surfing buatannya, ayah tiga anak itu mengenalkan motif batik Lampung. Nanung menghiasi papan surfing buatannya dengan motif batik Lampung.

Sudah sejak tahun 2019 lalu, dirinya membuat papan surfing dengan motif batik Lampung.

Biasanya, Nanung membuat papan surfing karyanya disela waktunya mengerjakan pesanan perbaikan papan surfing turis atau wisatawan lokal.

Berbagai alat untuk membuat dan melakukan reparasi papan surfing pun telah dimilikinya, seperti obeng, ampelas, gergaji, tang, lem, resin, dan lainnya. Alat-alat bengkel ini tersimpang di gubuk miliknya yang ada di kawasan pantai Tanjung Setia.

Nanung telah membuka usaha reparasi papan surfing sejak 17 tahun lalu. Kecintaannya terhadap surfing, membawa dirinya berlabuh di Pantai Tanjung Setia. Ia merantau dari kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.

Siang itu dengan mengenakan baju kaos putih dan celana pendek dengan motif kotak, Nanung berbagi kisah pengalamannya merantau ke Pesisir Barat dan membuka usaha reparasi papan surting.

Awal mula dia datang ke pantai Tanjung Setia, karena mendapatkan informasi dari seorang turis asal Jerman. Sang turis mengatakan kepada Nanung, jika ada pantai Tanjung Setia memiliki ombak yang bagus untuk berselancar.

Baca juga: Romas Herlandes Buka Kegiatan Vaksinasi Covid 19 untuk Warga di Makodim

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved