Pesisir Barat

Nanung Pernah Buatkan Gabriel Medina Fin Papan Surfin Motif Batik Lampung

Endang Sutarwan, pemilik bengkel reparasi papan surfing di pantai tanjung setia, pesisir barat. Berawal dari hobby berselancar, mejadi ladang usaha.

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Nanda Yustizar Ramdani
Endang Sutarwan pemilik bengke reparasi papan selancar Ding Repair di Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat. 

Nanung pun penasaran, ia lalu mencari informasi  tentang Pantai Tanjung Setia melalui internet.

Setelah mendapatkan informasi tentang Pantai Tanjung Setia, dirinya lalu memutuskan merantau ke Kabupaten Pesisir Barat.

“Sewaktu pertama berselancar di pantai Tanjung Setia, papan surfing saya rusak akibat terjangan ombak,” kata Nanung, mengenang pengalaman pertamanya berselancar di Pantai Tanjung Setia.

Saat itu, dirinya tidak menemukan tempat untuk memperbaiki papan surfing-nya yang rusak.

Hal itu, mematik keinginannya untuk membuka bengkel untuk memperbaiki papan selancar di Pantai Tanjung Setia.

Ia pun lalu belajar cara memperbaiki papan selancar secara otodidak. Kini, Nanung sudah cukup mahir memperbaiki papan selancar yang rusak.

Makin dikenalnya ombak Pantai Tanjung Setiap oleh kalangan turis manca negara yang menyukai kegiatan berselancar, memberi berkah tersendiri pada Nanung.

Bengkel reparasi papan selancar yang dirintisnya pun semakin dikenal luas oleh kalangan pencinta surfing, baik dari kalangan turis luar negeri maupun lokal.

Apa lagi, saat adanya even perlombaan surfing tingkat dunia World Surfing League (WSL) Krui Pro 2019 dan 2020 lalu, kian melambungkan nama Ding Repair sebagai bengkel papan selancar nomor satu di Pesisir Barat.

"Biasanya kerusakannya macam-macam, mulai dari papan patah, ganti pelat, dan dudukan fin (sirip di bawah papan yang berfungsi untuk mengarahkan laju papan)," ujar Nanung menerangkan.

Untuk biaya reparasi papan selancar ini, Nanung mematok harga Rp 400 ribu untuk yang tidak bergaransi. Lalu Rp 600 ribu untuk yang bergaransi.

Tidak hanya cara memperbaiki papan selancar yang dipelajari pria kelahiran 1982 itu secara otodidak. Tapi, cara membuat papan surfin pun dipelajarinya secara otodidak.

Nanung kini, membuat papan surfing dan fin (sirip pada papan surfing).

“Belajarnya otodidak, trial and error. Ada kali satu karung lebih fin yang gagal saya buat,” kata Nanung sembaru tertawa kecil mengenang saat awal dirinya belajar membuat papan surfing.

Pada akhirnya, ia pun behasil membuat papan surfing karyanya sendiri. Papan surfing tersebut di beli oleh turis asal Jerman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved