Berita Terkini Nasional

Pengacara Bantah Yosef Suruh Orang untuk Membunuh Istri dan Anaknya

Pengacara bantah Yosef telah menyuruh orang lain dalam kasus pembunuhan di Subang untuk menghabisi istri dan anaknya

Tayang:
Kolase Tribun Lampung
TKP pembunuhan di Subang (kiri). Foto Yosef bertopi merah saat hendak memasuki Satreskrim Polres Subang, Senin (6/9/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUBANG - Pengacara bantah Yosef telah menyuruh orang lain dalam kasus pembunuhan di Subang untuk menghabisi istri dan anaknya, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Pengacara Yosef, Rohman Hidayat menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat kasus pembunuhan di Subang yang menewaskan ibu dan anak hingga mayatnya ditumpuk di bagasi mobil Alphard.

"Pengakuan pak Yosef, dia tidak terlibat atau turut serta atau menyuruh orang untuk melakukan perbuatan tersebut," katanya.

Rohman Hidayat mengapresiasi atas sudah kelarnya hasil Laboratorium Forensik Mabes Polri. Pasalnya, jauh-jauh hari, keluarga menantikan hasil tersebut. Sekalipun, hasil forensik itu bukan untuk keperluan dari keluarga.

"Tentunya dari pihak keluarga menyambut baik, gembira jika hasil forensik sudah ada karena dari kemarin sangat dinantikan. Sekalipun hasilnya itu tentunya untuk keperluan penyidik," ucap Rohman Hidayat.

Baca juga: Tersangka Pelaku Pembunuhan di Subang Ada di Antara 23 Saksi yang Sudah Diperiksa Polisi

Dalam hasil forensik itu, selain mencakup sidik jari, juga soal identifikasi DNA. Yosef beserta anak lelakinya, Yoris, lalu Mimin, istri muda Yosef, turut menjalani tes DNA.

Dengan sudah kelarnya hasil forensik itu, setidaknya jadi titik terang baru untuk mengungkap siapa pelaku perampasan nyawa anak dan ibu tersebut.

"Harapannya dengan begitu ada titik terang dan kasus ini segera terungkap," ucap Rohman Hidayat.

Soal hasil forensik itu menyangkut tes DNA yang dilakukan pada Yosef, Rohman mengaku tidak khawatir atau was-was.

Pihaknya berharap pihak kepolisian untuk segera mungkin mengungkapkan kasus yang sudah menjadi atensi ini segera mungkin agar tidak terjadi bola liar di masyarakat luas.

Baca juga: Hasil Labfor Keluar, Polda Jabar: Pelaku Pembunuhan di Subang Kita Ungkap Semuanya

"Untuk itu, saya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini dan segera menyampaikan ke publik supaya jelas dan terang benderang," katanya.

Hasil Forensik

Setelah tiga pekan penyelidikan, polisi akhirnya sudah mengantongi hasil laboratorium forensik Mabes Polri.

Hasil forensik ini umumnya meliputi sidik jari dan identifikasi DNA, evaluasi cairan tubuh hingga penentuan senyawa sepert obat-obatan atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Dalam kasus ini, polisi juga melakukan tes DNA pada sejumlah anggota keluarga terdekat. Seperti pada Yosef suami dari Tuti dan ayah dari Amalia, M istri muda yosef, anak-anak M hingga anak laki-laki Yosef, Yoris.

"Hasil laboratorium forensik sudah diterima oleh penyidik. Nah, saat ini sedang dilakukan pengembangan analisis," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago, Kamis (9/9/2021).

Dengan mengantongi hasil Laboratorium Forensik, saat ini kata dia, penyidik sedang menganalisis dan mengembangkannya. Dari hasil itu, diharapkan bisa segera diketahui siapa pelaku perampasan nyawa anak dan ibu itu.

"Sejauh ini, kita tunggu saja dari penyidik, nanti dalam waktu dekat Insya Allah akan kita ungkap semuanya, terutama yang melakukan kejahatan," ujarnya.

Dengan hasil laboratorium forensik pula, polisi sudah mulai menindaklanjutinya dengan pemeriksaan saksi. Dari semula saksi sebanyak 23 orang, kini mulai mengerucut.

"Total masih 23 saksi, cuma untuk yang sekarang ini kita ada pengerucutan, beberapa saksi yang akan kita mintai keterangan dan memang beberapa hari yang lalu dan mungkin ada beberapa lagi yang terkait dengan hasil Labfor," katanya.

Yoris Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga korban perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu (24) dan ibunya, Tuti (55) berharap pelaku yang habisi Amalia dan Tuti dihukum mati.

"Semoga pelakunya cepat terkangkap demi Allah Rosullulaah supaya tertangkap pelakunya kalo bisa dihukum mati," kata Yoris, yang hadir di sela pengajian mendoakan Amalia dan Tuti di Kampung Ciseuti Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang, Kamis (9/9/2021).

Yoris merupakan anak dari almarhumah Tuti sekaligus kakak dari Amalia. Pada kesempatan tersebut, sejumlah warga menggelar pengajian akbar untuk mendoakan Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) yang mati tak wajar. 

Suasana haru menyelimuti gelaran doa bersama tersebut. Yoris tampak tak kuasa menahan tangis saat doa baru dimulai. 

Tangisan Yoris pun tidak bisa dibendung saat selesai melakukan doa bersama tersebut, Yoris juga mengungkapkan bahwa dengan kasus kematian dari ibu serta adiknya masih belum terungkap, keluarga sangat prihatin.

"Rasanya tuh gereget, tapi mudah-mudahan polisi bisa cepat nangkep pelakunya," katanya.

Dia berharap jika pelaku ditangkap, hakim memutusnya dengan pidana mati.

"Beri hukuman yang setimpal kepada pelakunya, harus dihukum mati, harus di hukum mati pokoknya Allahuakbar," ucap Yoris penuh kesedihan. 

Orang dekat korban dicurigai

Orang-orang dekat dan keluarga yang dekat dengan korban pembunuhan di Subang sejak awal dicurigai polisi sebagai pelaku pembunuhan.

Kini muncul nama Danu yang disebut-sebut sering bertandang ke rumah korban saat malam hari. Danu merupakan keponakan Tuti, korban pembunuhan sadis yang juga istri Yosef.

Informasi soal Danu pertama kami dilontarkan Yosef yang selama ini telah dijadikan saksi oleh polisi.

Yosef, mengatakan bahwa Danu memiliki akses masuk ke rumah. Yosef juga mengutarakan kalau Danu sering kali bertamu malam-malam ke rumah Tuti.

Baca juga: UPDATE Pembunuhan di Subang: Jejak Postingan Dhanu yang Dihapus Terbongkar

Tak dijelaskan memang maksud tujuan Danu sering datang ke rumah Tuti dan Yosef pada malam hari.

Indikasi ini bukan tanpa dasar. Dari hasil olah TKP, menurut Polisi tak ada kerusakan atau upaya paksa di pintu rumah Tuti.

Kapolres Subang, AKBP Suharni menyatakan, kuat dugaan pelakunya adalah orang dekat korban karena pelaku bisa leluasa masuk rumah tanpa merusak pintu atau jendela.

Selain itu, polisi berkesimpulan kematian anak dan ibu tersebut tidak terkait kasus perampokan.

"Hasil cek TKP, bahwa pintu masuk dan belakang area masuk tidak terjadi kerusakan pintu seperti pencongkelan. Diperkirakan tidak ada motif pencurian, karena tidak tidak ada barang berharga hilang kecuali ponsel korban," kata Kapolres Subang AKBP Sumarni.

Baca juga: Lelah Diperiksa Kasus Pembunuhan Ibu Anak di Subang, Yosef Ingin Fokus Urus Yayasan

"Diduga pelaku ini mengenal dengan korban dan sudah mengetahui situasi dari dalam rumah korban," tambahnya. 

Pada Rabu (1/9/2021) kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat menceritakan soal pemilik kunci rumah Tuti. Menurut Rohman dari pengakuan Yosef, yang memiliki kunci rumah antara lain Tuti, Amalia Mustika Ratu, Yosef dan Yoris.

Selain itu menurut Rohman Hidayat, keponakan Tuti, Danu juga memiliki akses masuk ke rumah Tuti.

"Pak Yosef kepada saya berbicara bahwa salah satu dari keluarga korban itu yang memiliki akses datang ke rumah selain kedua korban, anak tertuanya Yoris dan pak Yosef sendiri," ucap Rohman Hidayat.

Tak sampai di situ saja, berdasar keterangan Yosef, kata Rohman, Danu juga sering kali datang pada malam hari.

"Saksi lainnya itu sering datang ke rumah malam-malam, saya kurang tau jelas, memang sudah biasa aja bahwa D sering datang ke rumah, itu menurut keterangan Yosef, ya," ujarnya.

Tiga hari berselang, Yosef kemudian dipanggil lagi oleh penyidik di Polres Subang. "Iya rencananya hari ini Sabtu (4/9/2021) Pak Yosef dipanggil lagi oleh penyidik Satreskrim Polres Subang," kata Kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat.

Beda dari pemanggilan sebelumnya, Yosef kini diperiksa tidak dengan istri mudanya, Mimin. Menurut Rohman, Yosef diperiksa bersama Yoris dan Danu.

"Hari ini dipanggil pak Yosef beserta anaknya Yoris dan dari Yayasan Bina Prestasi Nasional, saksi atas nama Danu. Untuk materinya belum tahu," kata Rohman Hidayat.

Rohman mengatakan pemeriksaan kali ini beragenda mengkonfrontir keterangan Yosef dengan Yoris dan Danu. "Yang pasti pemanggilannya untuk dikonfrontir dengan keterangan saksi Yoris dan D," katanya.

Di tanggal yang sama, saat tengah malam Danu menulis status di akun Facebooknya. Status Danu kali ini menginsyaratkan terkait dengan intensitas pemeriksaan yang dijalani dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Danu memilih untuk sabar sambil menunggu hasil penyelidikan Polisi dalam mengungkap pembunuh Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

"Sabar sambil menunggu hasilnya," tulis Danu di akun Facebook Sergio.

Tak hanya kali ini saja, sebelumnya pun Danu menulis status. Danu seakan sudah lelah dalam menghadapi pemeriksaan polisi untuk mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Kapan semua ini berakhir Tuhan," tulis Danu.

Dilaporkan wartawan lapangan Kompas TV ketika meliput pemeriksaan saksi pembunuhan di Subang, sosok D juga memiliki hubungan dekat dengan Yosef.

"Ada saksi baru yang berinisial D, yang merupakan keponakan korban dan juga orang yang cukup memiliki hubungan dekat dengan suami korban," ungkap jurnalis Kompas TV, Hendri Irawan, Rabu (1/9/2021).

Ketika TribunnewsBogor.com mencoba bertanya hubungan D dengan Tuti dan Yosef, pengacara tampak bungkam.

Rohman ternyata tak mau menjawab soal informasi yang menyebut bahwa D adalah keponakan Tuti. 

Baca juga: Update Pembunuhan Ibu Anak di Subang, Sang Suami Yosef Gelagapan Saat Dimintai Keterangan

"Wah, tanya penyidik aja," kata Rohman Hidayat ketika dihubungi TribunnewsBogor.com lewat pesan WhatsApp. Rohman juga enggan memberi penekanan bahwa D adalah saudara Tuti.

"Tanya penyidik saja, itu substansi penyidik," kata Rohman Hidayat.

Artikel ini telah tayang di jabar.tribunnews.com
Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved