Breaking News:

Limbah di Pantai Lampung

Dispar Lampung Selatan: Limbah Aspal Faktor Penyebab Wisatawan Enggan Datang ke Objek Wisata

Dispar Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih mengatakan limbah aspal dapat cemari lingkungan dan bisa berdampak pada daya tarik wisatawan.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Reny Fitriani

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih mengatakan limbah aspal dapat cemari lingkungan dan bisa berdampak pada daya tarik wisatawan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Lampung Selatan Rini Ariasih di Kantor Dinas Bupati Lampung Selatan, Senin (13/9/2021).

Rini menyayangkan limbah yang diduga aspal tersebar di beberapa pantai yang ada di Lampung Selatan.

"Kami menyayangkan limbah yang diduga aspal tersebar dibeberapa pantai di Lampung Selatan tersebut. Limbah tersebut bisa saja merusak ekosistem laut dan mencemari lingkungan pantai," kata Rini.

Baca juga: DLH Gandeng Ditjen Gakkum Ungkap Misteri Limbah Aspal di Pantai Lampung Selatan

"Selain itu dengan adanya limbah tersebut dapat berimbas pada aktivitas pengunjung wisata pantai. Wisatawan pasti akan memilih tempat wisata yang bersih dan juga aman untuk mereka," ungkapnya.

Rini mengatakan pihaknya sudah mendapat beberapa laporan dari warga maupun pengelola pantai soal limbah aspal tersebut.

"Kami mendapat informasi dari beberapa warga soal limbah aspal tersebut, diantaranya warga di sekitar Pantai Sebalang dan juga Pantai Lubuk. Dan ada juga dari beberapa pemilik tempat. Intinya mereka merasa tidak senang karena ada limbah di lingkungan rumah mereka atau di tempat usaha mereka," kata Rini.

"Kami sudah melaporkan keluhan mereka ke Dinas Pariwisata provinsi untuk ditindak lanjuti. Saat ini kami hanya bisa menyarankan kepada warga maupun pengelola tempat wisata untuk membersihkan limbah tersebut secara mandiri," imbuhnya.

Rini berharap masalah limbah aspal ini dapat segera selesai, supaya tidak mengganggu aktivitas matanpencarian warga maupun objek wisata di Lampung Selatan.

"Kami berharap dinas terkait dapat segera menyelesaikan permasalahan limbah aspal tersebut. Jangan sampai masalah limbah tersebut malah mengganggu aktivitas nelayan atau petani rumput kita," jelasnya.

Baca juga: Penampakan Limbah Aspal di Pantai Kalianda Lampung Selatan, Sudah Ada sejak Sepekan Lalu

"Nantinya, bisa saja masalah limbah aspal tersebut menjadi faktor penyebab lain untuk wisatawan atau turis enggan datang atau berkunjung ke objek wisata kita," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved