Breaking News:

Limbah di Pantai Lampung

DLH Duga Limbah di Pantai Lampung Selatan adalah Aspal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan menyebut limbah yang mencemari sepanjang pantai merupakan aspal.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Domi
Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan menyebut limbah yang mencemari sepanjang pantai merupakan aspal. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan menyebut limbah yang mencemari sepanjang pantai merupakan aspal.

Hal itu dikatakan Kepala DLH Lampung Selatan Feri Bastian.

"Tim kami sudah cek ke lokasi, di antaranya di Pantai Sebalang, Kecamatan Katibung. Tim menemukan beberapa botol minuman bekas pakai dan juga plastik tercemar limbah berwarna hitam. Cairan tersebut mirip minyak mentah maupun aspal," kata Feri, Senin (13/9/2021).

"Untuk lebih pastinya kita masih menunggu informasi dari dinas lingkungan provinsi. Karena masalah limbah tersebut sudah diserahkan kepada mereka. Dan mereka juga sudah melapor masalah limbah itu ke KLKH dan Ditjen Gakkum," ujarnya.

Baca juga: DLH Lampung Selatan Masih Tunggu Hasil Lab Limbah di Sepanjang Pantai Lamsel

Feri mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa ada daerah lain yang juga terdampak limbah aspal tersebut.

"Kalau dari informasi di dunia maya, daerah atau wilayah pantai yang lagi rame soal limbah aspal itu kan di Pantai Sebalang dan juga di Pantai Ketang daerah Way Lubuk. Ini kami dapat informasi baru lagi. Katanya limbah tersebut sudah sampai ke Pantai Mengkudu, Gunung Rajabasa (Kecamatan Penengahan)," beber Feri.

"Limbah yang ditemukan warga di Pantai Mengkudu juga sama. Limbah berwarna hitam, sedikit berminyak. Ketika dicium baunya seperti aspal," ungkapnya.

Pihaknya masih menunggu informasi terbaru dari DLH Lampung.

"Kalau hasil labnya sudah keluar, baru kita dapat menjelaskan limbah tersebut apa. Karena kami tidak memiliki alatnya. Mungkin provinsi juga tidak memiliki alatnya juga. Jadi sampel dikirim ke Jakarta," sebut Feri.

Jika ternyata limbah tersebut sengaja dibuang, pelakunya dapat diberikan hukuman.

"Kalau ternyata limbah itu sengaja dibuang, maka pelakunya bisa dikenakan sanksi pidana. Karena limbah tersebut dapat mencemari lingkungan dan ekosistem laut," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved