Bandar Lampung

Siswa Tak Boleh Lepas Masker, Hari Ini Bandar Lampung Gelar PTM Perdana

Puluhan sekolah di Bandar Lampung akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perdana pada Senin (13/9/2021) ini.

Tayang:
Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi K3S SD se Bandar Lampung
Seorang pekerja sedang mengecat lantai (paving) warna merah, hijau dan kuning) sebagai persiapan KBM Tatap Muka yang akan digelar pada 13 September 2021 di SDN 1 Perumnas Way Halim. Siswa Tak Boleh Lepas Masker, Hari Ini Bandar Lampung Gelar PTM Perdana 

Ketua MKKS SMP se-Bandar Lampung M Badrun mengatakan, PTM ini merupakan upaya atau ikhtiar lahir batin agar siswa bisa belajar secara langsung.

Tetapi pelaksanaannya dengan menjaga prokes ketat.

"Jika ada siswa sakit maka di-off-kan sekolah tersebut," kata Badrun yang juga Kepala SMPN 2 Bandar Lampung ini, Minggu (12/9/2021).

Setiap siswa akan belajar hanya 2 jam atau 120 menit saja. Pada hari pertama, akan dibuat kontrak belajar dengan siswa yakni tak boleh membuka masker saat belajar selama 2 jam tersebut.

"Makanya guru tak boleh kosong, kalau ada 2 guru, bergantian dan jangan sampai ada jeda waktu. Jadi anak itu tetap duduk di kelas sampai dia dijemput orangtuanya," kata dia.

Kepala SMP Negeri 10 Bandar Lampung Nurhayati mengatakan bahwa sekolahnya bersiap menyambut PTM ini. Pihaknya sudah membuat skema PTM terbatas termasuk daring.

Istri dari Kolenel (Purn) Marzuki yang merupakan Wakil Bupati Pesawaran ini mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan 33 kelas dengan tempat duduknya yang telah diberikan penyekatan dan setiap kelas akan ada 15 siswa.

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kota Bandar Lampung Rita Gustiana mengatakan, setiap sekolah yang tidak termuat namanya dalam SPT PTM akan tetap melaksanakan KBM secara daring.

"Karena memang juga ada sekolah yang secara kondisi letaknya tidak memungkinkan. Seperti sekolah saya misalnya di SDN 1 Way Halim Permai yang kondisi antar kelasnya berdekatan," kata dia.

Lebih lanjut Rita menjelaskan teknis PTM nanti. Pertama, hanya 50 persen siswa saja yang masuk ke kelas. Sementara 50 persen lainnya diberikan ruang pada kesempatan berbeda. "Itu juga hanya untuk kelas 6 SD dan 9 SMP saja simulasinya," kata dia.

Selanjutnya, pembelajaran dalam kelas pun dikatakannya hanya berlangsung selama dua jam saja sehari. Waktu dua jam tersebut disesuaikan dengan keadaan masing-masing sekolah.

Orang tua dan murid juga sudah diberikan edukasi terkait hal-hal yang harus disediakan.

"Nantinya juga, saat datang ke sekolah, siswa harus membawa surat persetujuan orang tua wali murid perihal mengikuti PTM," kata dia.

Dalam proses pembelajaran, setiap teknisnya diimbuhkan dengan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak antarsiswa, penyediaan sarana cuci tangan hingga pengukuran suhu tubuh.

Kepala Sekolah SDN 1 Perumnas Way Halim, Irawan Syah menjelaskan, sarana prasana terkait penerapan prokes telah siap menyambut PTM.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved