Daun Pepaya

Basmi Walang Sangit pada Tanaman Padi, Dapat Gunakan Ekstrak Daun Pepaya

Daun papaya tak hanya bermanfaat bagi tubuh manusia. Tetapi juga untuk tanaman. Dapat mengatasi walang sangit pada tanaman padi.

|
Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi daun pepaya. Manfaat Ekstrak Daun Pepaya, Dapat Basmi Walang Sangit pada Tanaman Padi 

Selain, itu manfaat daun pepaya itu juga dihasilkan berkat kandungan senyawa aktif alkaloid.

Senyawa itu berfungsi dalam meracuni serangga melalui sistem pencernaan, sirkulasi, dan saraf.

Bisa diolah menjadi pestisida alami

Hama adalah permasalahan besar yang kerap dialami petani dalam proses budidaya tanamana.

Untuk mengusir hama, umumnya petani akan menggunakan pestisida.

Namun, penggunaan pestisida kimia dalam waktu panjang bisa berdampak negatif pada lingkungan.

Agar tetap mampu menjaga lingkungan, petani pun berusaha menggunakan pestisida alami atau pestisida nabati.

Dilansir dari publikasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau, pestisida nabati sendiri memiliki beberapa fungsi.

Di antaranya sebagai penolak kehadiran serangga juga antifidan sehingga hama tidak menyukai tanaman yang telah disemprot pestisida nabati.

Selain itu, fungsi pestisida alami itu juga bisa menghambatnya proses metamorposis serangga, juga menghambat reproduksi serangga betina dan mengacaukan sistem hormon pada serangga.

Satu di antara bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati atau pestisida alami adalah daun pepaya.

Hal tersebut karena di dalam getah daun pepaya terdapat kandungan enzim sisteina protease, seperti papain dan kimopapain.

Enzim tersebut dipercaya mampu menghasilkan senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid dan asam amino non-protein yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan, seperti ulat dan hama penghisap.

Residu yang dihasilkan dari pestisida nabati dari daun pepaya ini lebih mudah terurai sehingga lebih aman bagi lingkungan.

Berikut bahan pestisida daun pepaya dan cara membuat pestisida daun pepaya yang dikutip dari publikasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau dan website Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved