Breaking News:

Lampung Utara

Polres Lampung Utara Bubarkan Aksi Warga Sweeping Truk Batu Bara di Jalinsum

Kepolisian resort Lampung Utara bubarkan aksi memutar balikkan kendaraan yang mengangkut batu bara, di jalan lintas tengah Sumatera, Lampung Utara.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Polres Lampung Utara Bubarkan Aksi Warga Sweeping Truk Batu Bara di Jalinsum 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Kepolisian resort Lampung Utara bubarkan aksi memutar balikkan kendaraan yang mengangkut batu bara, di jalan lintas tengah Sumatera, Lampung Utara. 

Aksi sweeping dan memutar balikan kendaraan truk angkutan batu bara di jalan poros nasional lintas tengah sumatera pada km 123-124 Kecamatan Abung Pekurun itu, tidak berlangsung lama lantaran dibubarkan aparat Kepolisian setempat dua jam setelahnya, Minggu 19 September 2021.

Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail memimpin langsung pembubaran aksi warga tersebut. 

Secara humanis namun tegas AKBP Kurniawan  menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh warga saat ini ada tiga hal yang dilanggar, pertama tidak mengantongi ijin aksi atau bahwa aksi mereka tadi pagi dini hari itu telah mendapat surat balasan dari Polres Lampung Utara khususnya dari Sat Intelkam bahwa aksi mereka tidak diijinkan dan diminta untuk membatalkannya dikarenakan masih dalam suasan pandemi Covid-19.

“Berarti dengan tidak adanya ijin aksi tersebut dari pihak kepolisian maka tindakan mereka jelas illegal,” katanya, Senin 20 September 2021 

Warga melaksanakan aksi pada pukul 00.00 itu jelas melanggar Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum khususnya pasal 7 dimana disitu diatur bahwa untuk waktu aksi yang diperbolehkan apabila mereka melaksanakan aksi ditempat yang terbuka dimulai dari pukul 06.00-18.00 dan jika di tempat yang tertutup dimulai dari pukul 06.00-22.00.

Sedangkan mereka melaksanakan pada pukul 00.00 itu jelas melanggar Peraturan Kapolri tersebut. 

Ketiga melanggar pasal 192 KUHP yang berbunyi barang siapa dengan sengaja menghancurkan, merusak atau membuat tak dapat dipakai bangunan untuk lalu lintas umum, atau merintangi jalan umum darat atau air, atau menggagalkan usaha untuk pengamanan bangunan atau jalan, itu diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. 

Sedangkan aksi mereka tadi pagi memutar balikkan truck batu bara atau tidak memperbolehkan truk batu bara melewati jalan umum itu sama halnya tindakan mereka merintangi jalan umum darat atau air. 

"Atas dasar itu maka kita membubarkan aksi ini dan saya minta warga segera kembali "tegas  AKBP Kurniawan yang didampingi Kasat Intelkam AKP Dyvia Ardianto S.I.K bersama bebarapa PJU lainnya.

Mendapat penjelasan dari Kapolres, warga pun membubarkan diri dengan suasana kondusif.

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved