Berita Terkini Nasional
Dituding Mangkir Pajak Miliaran, Pemilik Bakso Sony Tak Keberatan 18 Gerainya Disegel
Pemerintah Kota Bandar Lampung secara resmi segel Bakso Sony sebanyak 18 gerai, Senin (20/9/2021).
Haji Son, sang pemilik Bakso Sony, dalam konferensi pers menyatakan tidak keberatan atas penyegelan yang dilakukan Pemkot Bandar Lampung.
Ia hanya memikirkan karyawannya yang bakal kehilangan pekerjaan.
"Saya sih senang-senang aja, gak gelisah. Tapi yang saya pikirkan adalah karyawan-karyawan. Di bawah mereka ada keluarga mereka masing-masing," kata Haji Son.
"Apakah kalau disegel pemkot bangga?" imbuhnya.
Haji Son secara tegas akan mengambil jalur hukum atas tindakan Pemkot Bandar Lampung.
Terkait tudingan Bakso Sony mengemplang pajak, ia membantahnya.
"Setiap bulan saya merasa selalu membayar pajak. Mengenai penggunaan tapping box (alat pencatat pendapatan), itu selalu digunakan. Memang itu untuk makanan non-kemasan," jelas Haji Son.
"Kita punya satu lagi mesin pencatat untuk audit internal, karena makanan kemasan itu pajaknya berbeda," lanjutnya.
Sayangnya, ia tidak mau mengomentari isu pemindahan gerai Bakso Sony miliknya dari Kota Bandar Lampung.
"Itu dibicarakan nanti," kata Haji Son.
Konsumen Setia Kecewa
Atas kabar yang beredar tersebut, sejumlah konsumen setia Bakso Sony kecewa.
Mereka menyayangkan rencana penutupan gerai bakso legendaris ini di Kota Bandar Lampung tersebut.
Fitri, warga Kedaton, Bandar Lampung, mengatakan, ia merupakan pelanggan setia Bakso Sony.
"Tentu sangat disayangkan ya, berawal dari persoalan pajak masak sampai memilih menutup gerai," ujar ibu dua anak ini kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (3/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pemilik-bakso-sony-gelar-konferensi-pers.jpg)