Breaking News:

Lampung Tengah

Warga Keluhkan Dugaan Pemotongan BLT UMKM oleh Kakam Sidobinangun Lampung Tengah 

Sejumlah warga di Kampung Sidobinangun, Kecamatan Way Seputih, keluhkan adanya dugaan pemotongan dana bantuan langsung tunai untuk usaha mikro kecil m

Penulis: syamsiralam | Editor: soni
dokumentasi
Eko warga penerima bantuan di Kampung Sidobinangun, Kecamatan Way Seputih, yang diduga dipotong oleh oknum Kakam setempat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Sejumlah warga di Kampung Sidobinangun, Kecamatan Way Seputih, keluhkan adanya dugaan pemotongan dana bantuan langsung tunai untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) terdampak Covid-19 tahun 2020.

Bahkan, pemotongan dengan dalih pemerataan tersebut, diduga dilakukan langsung oleh Kepala Kampung (Kakam) Sidobinangun, Joko Sahulud, dengan jumlah Rp 550 ribu per penerima.

Eko salah seorang penerima bantuan mengatakan, besaran pemotongan bantuan UMKM sudah dipatok oleh kepala kampung, dan merata harus dikeluarkan kepada 150 orang penerima.

"Penerima bantuan (di Kampung Sidobinangun) yang kami tahu itu total ada 157 orang. Tapi yang tujuh (penerima) terkendala administrasi di bank jadi belum menerima saat itu," kata Eko, Selasa (21/9/2021).

Eko bercerita, bantuan total yang diterima yakni Rp 2,4 juta. Namun, pada saat pencairan para penerima harus melalui prosedur dan uang dipotong oleh pihak kampung.

Baca juga: Syarat dan Cara Mendapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Pendaftaran Masih Dibuka

"Pembagiannya (bantuan) waktu malam hari di balai kampung (Sidobinangun) dan dari pihak bank juga ada di situ. Setelah bantuan diterima dari pihak bank, kami disuruh masuk ke salah satu ruangan di balai kampung," katanya.

Setelah itu, penerima selanjutnya disuruh masuk ke dalam kamar, dan di dalam kamar ada orang dari pihak kampung (carik/sekretaris kampung) yang menarik uang Rp 550 ribu dari semua penerima.

Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Sujoko warga lainnya di Kampung Sidobinangun. Ia mendapat potongan yang nilainya sama dengan Eko dan warga penerima lainnya.

Bahkan, Sujoko tak tahu ia menjadi salah seorang penerima bantuan UMKM di kampungnya. Ia hanya didatangi aparatur kampung dan dinyatakan sebagai salah seorang penerima.

"Sebelumnya tidak ada pendataan (penerima bantuan). Tiba-tiba saya dinyatakan sebagai penerima bantuan, dan waktu itu dipanggil oleh kepala kampung di balai kampung, dan kepala kampung bilang untuk pemerataan semua penerima jumlah bantuannya dipotong Rp 550 ribu," kata lelaki yang berprofesi sebagai pedagang kelontongan itu.

Sementara Kepala Kampung Sidobinangun, Joko Sahulud, saat coba dikonfirmasi melalui nomor telepon seluler dan pesan singkat tak memberikan respon kepada jurnalis ini.( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved