Kesehatan
Kenali Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Cairan atau Dehidrasi
Owner Ganta Sehat Medical Center di Way Kanan dr Aldo Aprizo mengatakan, kandungan air dalam tubuh manusia antara 60 sampai 70 persen dari berat tubuh
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tuntutan gaya hidup sehat tidak hanya diukur dari terpenuhinya asupan gizi dan nutrisi maupun vitamin, hal lain yang tak kalah penting untuk dipenuhi juga adalah ketercukupan cairan dalam tubuh.
Owner Ganta Sehat Medical Center di Way Kanan dr Aldo Aprizo mengatakan, kandungan air dalam tubuh manusia antara 60 sampai 70 persen dari berat tubuh.
Dimana memiliki fungsi sangat penting bagi organ-organ dalam tubuh untuk bekerja dengan baik.
"Peran penting air dalam tubuh diantaranya untuk sirkulasi darah, mensuplai nutrisi, memaksimalkan fungsi pencernaan, menjaga suhu tubuh, dan lainnya," ungkap dr Aldo kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (24/9/2021).
Ketika seseorang mengalami kekurangan cairan, itu yang biasa disebut dehidrasi.
Penyebabnya sendiri beragam bisa karena kurang minum atau disebabkan karena penyakit seperti demam atau mencret.
Kondisi saat ini, terus dia, masih banyak orang yang abai untuk memenuhi ketercukupan cairan dalam tubuh dengan minum setidaknya 8 gelas sehari.
"Gejala yang mudah sekali terlihat saat tubuh seseorang mengalami dehidrasi adalah merasakan lemas, kemudian air kencingnya sedikit dan berwarna kekuningan," jelasnya.
Selain itu gejala lain yang muncul akibat dehidrasi adalah mudah lelah dan daya konsentrasi menjadi berkurang.
"Kalau dehidrasi yang dialami bayi ciri khasnya ubun-ubunnya cekung termasuk matanya, selain itu bayi akan rewel," imbuh dia.
Kondisi dehidrasi pada tubuh menurutnya tidak bisa disepelekan dan membutuhkan penanganan segera melalui pemenuhan air sesuai kebutuhan tubuh.
Karena jika dibiarkan berlarut, akan menimbulkan penyakit yang lebih kompleks.
"Jangan sepelekan kalau mengalami dehidrasi, karena dalam jangka panjang bakal menimbulkan beragam penyakit yang lebih berbahaya seperti ginjal rusak, saluran kencing luka, pencernaan tidak berfungsi baik, kinerja otak menjadi terhambat karena suplai oksigen ke otak kurang, bahkan kematian karena mengalami syok hipovolemik," papar dr Aldo.
Syok hipovolemik sendiri merupakan kondisi gawat darurat yang disebabkan oleh hilangnya darah dan cairan tubuh dalam jumlah yang besar, sehingga jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh.
Tips Efektif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/owner-ganta-sehat-medical-center-di-way-kanan-dr-aldo-afrizo.jpg)