Berita Terkini Artis

Dokter Tegaskan Pendarahan Otak yang Dialami Tukul Arwana karena Stroke, Bukan Vaksin

Dokter buka suara terkait kasus pendarahan otak yang menimpa pelawak Tukul Arwana yang dikait-kaitkan dengan vaksin yang baru saja ia dapatkan.

Instagram/@tukul.arwanaofficial
Ilustrasi. Sebelum Alami Pendarahan Otak, Tukul Arwana Jalani Vaksinasi Covid-19. 

"Kami tidak pernah menerima pasien pasca vaksin itu mengalami stroke, dari beberapa laporan yang kami dapatkan dari teman-teman spesialis syaraf, juga tidak ada pasien yang mengalami stroke setelah vaksin," lanjut Mursyid Bustami.

Menurutnya efek suntik vaksin memang cenderung memiliki efek samping demam.

Namun hal tersebut merupakan efek normal dan tidak akan menimbulkan dampak sama sekali termasuk soal isu miring pendarahan otak pada Tukul Arwana.

"Ini perlu kami klarifikasi. Secara ilmiah pun tidak ada hubungannya pendarahan otak dengan Vaksin Covid-19. Barangkali itu klarifikasi dari kami," tutupnya dengan tegas.

Tukul Arwana Alami Stroke

Direktur Utama dari RS PON, dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS mengatakan, apa yang dialami Tukul Arwana bagian dari penyakit stroke.

Ada dua jenis stroke, pertama stroke akibat penyumbatan pembuluh darah dan kedua stroke akibat penyumbatan pembuluh darah di otak.

"Setidaknya ada sekitar 20 persen stroke pendarahan otak dan yang lain adalah penyumbatan pembuluh darah," ujarnya dalam konferensi pers virtual pada Jumat (24/9/2021) seperti dikutip Tribun Lampung.

Dr Mursyid membeberkan, penyebab terjadinya stroke pendarahan otak.

"Stroke tidak sekonyong-konyongnya datang tanpa faktor yang mendasari. Faktor risiko ada yang dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan," imbuhya.

"Bisanya faktor usia semakin tua maka semakin berisiko terhadap stroke," lanjut dr Mursyid.

Sementara untuk faktor yang dikendalikan, seseorang dapat mencegah pendarahan otak dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Seseorang yang berisiko mengalami pendarahan otak adalah pasien yang memiliki komorbid seperti Hipertensi, Diabetes Miletus, Kencing Manis, maupun pasien dengan gangguan pembekuan darah dan irama jantung serta kolestrol.

"Biasanya karena hidup tidak sehat misalnya tidak seimbang pola istirahat dan pola bergerak," ungkapnya.

Selain itu, pasien yang komorbid harus berobat dan melakukan pemeriksaan secara teratur dan terkontrol untuk menghindari risiko pendarahan otak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved