Breaking News:

Lampung Selatan

Sebanyak 51 Persen WBP di Lapas Kelas II Kalianda Lampung Napi Kasus Narkoba

Sebanyak 396 orang atau 51 persen warga binaan pemasyarakatn di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kalianda merupakan Napi kasus narkotika.

Tribunlampung.co.id/Domi
Kepala Lapas Kelas II A Kalianda Tetra Destorie. Sebanyak 51 Persen WBP di Lapas Kelas II Kalianda Lampung Napi Kasus Narkoba 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Sebanyak 396 orang atau 51 persen warga binaan pemasyarakatn (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kalianda merupakan Narapdina (Napi) kasus narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).

Hal itu diketahui dari keterangan Kepala Lapas Kelas II A Kalianda Tetra Destorie saat memberikan kata sambutan pada giat deklrasi penandatangan dan pernyataan komitmen perang terhdapa alat komunikasi ilegal dan berantas peredaran narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di dalam lapas.

"Ijin melaporkan bahwa isi warga binaa pemasyarakatan di Lapas Kalianda sebanyak 777 orang. Angka yang sangat unik sekali ini. Terdiri dari 145 orang tahanan dan 632 narapidana," kata Tetra, Sabtu (25/9/2021).

"Dari jumlah tersebut 396 orang atau 51 persen merupakan kasus narkoba. 16 persen pencurian dan perlindungan anak. Serta sisanya terbagi dalam beberapa terpidana lain," jelasnya.

Tetra menuturkan pihaknya melakukan 2 pendekatan dalam upayanya melakukan pencegahan di dalam lapas.

"Pendekatan yang pertama pendekatan terhadap petugas melalui penguatan untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. Dengan mengingatkan akan adanya tindakan disiplin bagi yang terlibat," ujarnya.

"Pendekatan kedua yakni pendekatan kita kepada warga binaan melalui sosialisasi bahaya narkoba. Lalu kita juga melakukan peningkatan pembinaan kerohanian. Peningkatan kemandirian untuk meningkatkan mental rohani dan skill warga binaan," ungkapnya.

Tetra menuturkan selain itu pihaknya juga melakukan razia rutin, tes urin rutin dan penggeledahan di jalur masuk kedalam Lapas.

"Salah satu upaya kita dalam melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba di dalam lapas dengan melakukan razia rutin dan tes urine bagi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan. Seperti giat kita kemarin," terangnya.

"Saat giat yang dilakukan oleh gabungan aparat penegak hukum di Lampung Selatan yang terdiri dari petugas Lapas, jajaran dari Polres dan Dandim serta BNNK Lampung Selatan kemarin. Petugas menemukan barang-barang yang dilarang masuk ke Lapas. Lalu barang tersebut akan kita musnahkan," ujarnya.

Tetra mengatakan dari tes urine yang dilakukan kepada 84 Warga Binaan Pemasyarakatan dan 27 Petugas Lapas Kelas II A Kalianda yang dipilih secara acak, tidak ditemukan pegawai atau warga binaan yang positif narkoba.

"Dari tes urine hasilnya negatif semua. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan peningkatan pengawasan bagi peredaran gelap narkoba di dalam lapas. Sehingga Lapas Kalianda menjadi Lapas Bersinar (bersih dari Narkoba)," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved