Breaking News:

Bandar Lampung

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka oleh KPK, Riswan Tony DK Berpeluang Jadi Pengganti untuk PAW

Riswan Tony DK akan menjadi Penggantian Antar Waktu (PAW) bagi Azis Syamsuddin sebagai anggota DPR RI.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama
Riswan Tony DK akan menjadi Penggantian Antar Waktu (PAW) bagi Azis Syamsuddin sebagai anggota DPR RI. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Riswan Tony DK berpluang menjadi Penggantian Antar Waktu (PAW) bagi Azis Syamsuddin sebagai anggota DPR RI.

Azis Syamsuddin mengndurkan diri, setelah ia ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Azis diketahui terlibat dalam kasus suap penanganan perkara korupsi oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah yang menjerat mantan bupati Mustofa.

Berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tengang pemilihan umum, mekanisme PAW dilakukan oleh calon pengati antar waktu dengan perolsehan suara terbanyak berikutnya.

Sementara, menurut data hasil perolehan suara KPU Lampung dari 10 calon legislatif DPR RI dari Partai Golkar Dapil Lampung II tahun 2019, partai Golkar memperoleh 281.277 suara.

Baca juga: Azis Syamsuddin Terancam 5 Tahun Bui, Resmi Pakai Rompi Oranye dan Diborgol

Azis berada di urutan pertama dengan jumlah suara 104.042. Kemudian disusul Hanan A. Rozak dengan jumlah suara 31.016 yang sudah duduk di Senayan dan  Riswan Tony DK dengan jumlah suara 15.774.

Sehingga, nama yang berpeluang kuat menggantikan Azis Syamsuddin yakni  Riswan Tony DK yang perolehan suaranya berada di urutan ke tiga di Dapil Lampung II.

Dapil II Lampung ini meliputi Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji.

Saat dikonfrimasi, Riswan Tony mengaku tinggal menunggu intruksi dari Partai Golkar.

"Iya, itu kan otomatis saja sesuai undang-undang dan AD/ART Partai. saya tinggal menjalankan saja," kata Riswantony, Minggu (26/9/2021).

Dia mengatakan, saat ini mekanisme PAW sudah dilakukan oleh partai.

"Dalam pasal 9 (AD/ART) partai,  kader berhenti salah satunya  karena dinyatakan tersangka karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih,” terang Riswantony.( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved