Breaking News:

Lampung Selatan

102 Sekolah PAUD, SD dan SMP Jadi Sampel PTMT di Lampung Selatan

Sebanyak 102 sekolah mulai dari PAUD, SD dan SMP menjadi sampel atau contoh kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Lampung Selatan.

Tribunlampung.co.id/Domi
Kabid Dikdas Kabupaten Lampung Selatan Nurhasanah. 102 Sekolah PAUD, SD dan SMP Jadi Sampel PTMT di Lampung Selatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Sebanyak 102 sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi sampel atau contoh kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kabupaten Lampung Selatan Nurhasanah, saat ditemui di ruangannya, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Senin (27/9/2021).

Nurhasanah menuturlan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di Lampung Selatan berjalan lancar dan aman, sesuai protokol kesehatan.

"Sampai hari ini kegiatan PTMT berjalan lancar dan aman. Sesuai protokol kesehatan yang ketat. Kami belum mendapat laporan kasus baru dari kegiatan PTMT yang kita lakukan," kata Nurhasanah.

Nurhasanah menjelaskan total 102 sekolah yang kita jadikan contoh PTMT di Lampung Selatan.

"1 kecamatan kita masukan 2 sekolah untuk kegiatan PTMT, baik dari PAUD, SD, SMP. Jumlah kecamatan kita ada 17. Dengan rincian 34 sekolah PAUD, 34 SD, 34 SMP," tuturnya.

Nurhasanah mengatakan jumlah SD di Lampung Selatan sebanyak 497 sekolah, dan SMP 149 sekolah.

"Jumlah SD yang ada di Lampung Selatan sebanyak 497 sekolah. Dengan rincian 472 sd negeri dan 25 sd swasta," kata Nurhasanah

"Sedangkan SMP sebanuak 149 sekolah. Dengan rincian 62 smp negri, 87 smp swasta. Sebelumnya ada 150 sekolah, tapi ada 1 sekolah swasta di Kecamatan Merbau Mataram yang tutup tahun ini karena udah nggak ada siswa," jelasnya.

Nurhasanah berharap kegiatan PTMT di Lampung Selatan dapat terus dilakukan.

"Sampai saat ini sih kami belum nerima laporan kasus covid dari kegiatan PTMT. Guru yang sakit juga tidak kami perbolehkan mengajar secara tatap muka. dan tim monitoring selalu jalan ke sekolah-sekolah untuk mengecek kegiatan tatap muka," ungkapnya

"Kami berharap kegiatan PTMT tidak menimbulkan kasus baru, sehingga kegiatan bisa terus dilakukan," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved