Breaking News:

Lampung Selatan

PTMT Tahap 2 di Lampung Selatan Akan Diikuti 355 Sekolah Dari PAUD, SD dan SMP

Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) tahap 2 yang akan mulai diberlakukan dari 4-30 Oktober 2021 akan diikuti sebanyak 355 sekolah

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
dokumentasi
Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) tahap 2 yang akan mulai diberlakukan dari 4-30 Oktober 2021 akan diikuti sebanyak 355 sekolah dari jenjang PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Lampung Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) tahap 2 yang akan mulai diberlakukan dari 4-30 Oktober 2021 akan diikuti sebanyak 355 sekolah dari jenjang PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kabupaten Lampung Selatan Nurhasanah saat dikonfirmasi, Minggu (3/10/2021).

Nurhasanah menuturkan hasil rapat evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas kemarin, pembelajaran tatap muka disekolah bisa dilanjutkan dan kuota sekolah yang bisa melaksanakan tatap muka pun bertambah

"Alhamdulillah dari rapat evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas kemarin, kita diinjinkan melakukan pembelajan tatap muka kembali. Kuota sekolahnya pun ditambah," katanya.

Nurhasanah menuturkan dari tes rapid antigen yang dilakukan di beberapa sekolah yang dilakukan secara acak, hasilnya baik tenaga pendidik maupun peserta didik hasilnya negatif.

Baca juga: 102 Sekolah PAUD, SD dan SMP Jadi Sample PTMT di Lampung Selatan

"Pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah tahap 2, untuk jenjang PAUD, SD dan SMP akan dilakukan di 355 sekolah. Akan dimulai 4-30 Oktober," ujarnya.

"Untuk jumlah rinciannya sendiri untuk PAUD ada 80 sekolah, untuk SD ada125 sekolah dan SMP ada 50 sekolah," jelasnya.

Nurhasanah mengatakan sekolah yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah hanyalah sekolah yang sudah memenuhi syarat.

"Sekolah yang sudah memenuhi syarat maka boleh melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. Syaratnya kurang lebih sama seperti pembelajaran tatap muka sebelumnya yakni jumlah siswa 25 persen dari total siswa di kelas," katanya.

"Syarat lainnya 80 persen tenaga pendidik di sekolah tersebut sudah di vaksin. Menyertakan surat pernyataan dari orang tua kalau putranya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah," jelasnya.

Nurhasanah menjelaskan siswa atau tenaga pendidik yang kurang sehat tetap melaksanakan pembelajaran secara daring.

"Tenaga pendidik yang belum di vaksin terkait masalah kesehatan harus menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis jika dia tidak bisa di vaksin," pungkasnya.( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved