Lampung Selatan
Empat Mahasiswa Itera Lampung Suling Air Laut Jadi Tawar, Penuhi Kebutuhan Warga Pulau Rimau
Empat mahasiswa berhasil suling air laut menjadi air tawar bersih dengan mengandalkan tenaga surya untuk penuhi kebutuhan air masyarakat Pulau Rimau.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Hanif Mustafa
Alat tersebut dilapisi plastik dan terdapat beban pemberat pada bagian atas alat.
Dengan daya tampung air laut sebanyak 84 liter, alat tersebut menghasilkan sekitar 24 liter air bersih dalam satu hari.
Secara teknis dalam pengaplikasian alat, diakuinya tidak ada kesulitan berarti. Kendala justru dihadapi dalam hal komunikasi dengan warga setempat.
Karena jarak Pulau Rimau yang cukup jauh dari Itera dan harus menyeberangi lautan sehingga komunikasi sedikit sulit.
"Terlebih kondisi Pulau Rimau yang belum terjangkau listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara) membuat kepala dusun jarang aktif media WhatsApp. Kami perlu menunggu waktu sekitar 2-3 hari untuk mendapatkan balasan dari kepala dusun," imbuhnya.
Mahasiswa lainnya yang juga Ketua Tim Ahmad Rafi Apriliawan menambahkan, tak hanya menciptakan teknologi panel surya, timnya juga mengedukasi warga setempat terkait pemanfaatan panel surya dan agar bisa menjaga alat tersebut serta mengoptimalkannya.
"Untuk saat ini dampak yang didapat masih dalam skala kecil karena alat yang dibuat masih sederhana. Harus terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Pulau Rimau," beber mahasiswa semester 7 itu.
Melalui inovasi dan teknologi yang diaplikasikan di Pulau Rimau ini juga, timnya berhasil membawa nama Itera lolos sebagai peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 34 tahun 2021 di Universitas Sumatera Utara (USU) yang rencananya bakal digelar akhir Oktober mendatang.
"Alhamdulillah tim kami masuk perankingan dan lolos Pimnas," tambahnya.
Kepala Dusun Pulau Rimau Suhendra mengaku bersyukur atas inovasi dan teknologi yang sudah diterapkan mahasiswa Itera di daerahnya.
Sehingga warganya bisa menikmati air tawar bersih dengan lebih mudah.
"Tentunya sangat bermanfaat bagi kami, terimakasih tim Itera yang membantu kami mengatasi krisis air bersih. Kami puas, terlebih juga mendapatkan edukasi terkait cara penggunaan dan perawatan alatnya. Bahkan dibekali modul," tutur dia.
Dosen Pembimbing Mahasiswa, Madi mengungkapkan, tim Itera akan terus melakukan pengembangan secara berkelanjutan di Pulau Rimau agar air bersih yang dihasilkan bisa lebih banyak dengan meningkatkan kapasitas peralatan dan teknologi yang ada.
"Sudah dari Agustus 2021 warga Pulau Rimau memanfaatkan air tawar bersih dengan penyulingan yang memanfaatkan tenaga surya. Pastinya akan ada evaluasi untuk pengembangan agar dapat menghasillan air tawar lebih banyak. Geometri diperbesar, panel surya kapasitasnya ditambah," imbuhnya.
Untuk saat ini tim Itera tengah mempersiapkan diri di ajang Pimnas. Tim pilihan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia akan ada dalam ajang Pimnas tersebut.