Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Malaria dan Pencegahannya

Simak berikut ini adalah penjelasan dari apa itu malaria. Di beberapa daerah di Indonesia, bahkan masih cukup tinggi kasus malaria.

Tayang:
Editor: Hanif Mustafa
www.snopes.com
Ilustrasi. Halo Dokter, apa itu apa itu malaria dan pencegahannya seperti apa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Simak penjelasan apa itu malaria dan pencegahan malaria.

Kasus penyakit malaria masih menjadi ancaman bagi warga di Indonesia dan juga di beberapa negara lain di Dunia.

Di beberapa daerah di Indonesia, bahkan masih cukup tinggi kasus malaria. Bahkan, untuk warga di Dunia. Malaria masih menjadi momok.

World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 229 juta kasus malaria di dunia pada 2019.

Bahkan penyakit ini pun telah membunuh 409 ribu orang di tahun yang sama.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Demam Berdarah dan Seperti Apa Gejalanya

Lalu sebenarnya apa itu malaria?

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dari nyamuk Anopheles.

Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk dan menginfeksi sel darah merah.

Umumnya, penyakit ini mudah ditemukan di negara tropis dan subtropis.

Mengutip laman Dinas Kesehatan Kulon Progo, daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan lokasi dengan angka kejadian malaria tertinggi.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Demam Berdarah, Gejala dan Penanganannya

Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik.

Selain itu, 90% kematian terjadi di Afrika, khususnya pada anak-anak.

Gejala malaria

Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza.

Akan tetapi, bila tidak diobati segera dan dengan tepat dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.

Biasanya gejala malaria ini berkembang dalam kurun waktu 10-30 hari setelah infeksi terjadi.

Namun pada beberapa kasus, gejalanya baru terlihat setelah beberapa bulan terinfeksi.

Dikutip dari Kompas.com, berikut gejala malaria:

1. Menggigil ringan hingga berat

2. Demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius)

3. Banyak berkeringat

4. Sakit kepala

5. Muntah

6. Nyeri otot

7. Diare

8. Sakit perut

9. Anemia

10. Kejang-kejang

11. Koma.

12. Feses berdarah.

Penyebab malaria

Penyakit ini diketahui dapat terjadi berkat gigitan nyamuk Anopheles betina.

Kemudian nyamuk itu akan menyalurkan parasit ke dalam darah dan akan berkembang biak.

Terdapat lima jenis parasit Plasmodium yang bisa mengakibatkan penyakit malaria.

Selain itu, malaria juga dapat menyebar melalui paparan darah yang telah terinfeksi, seperti:

1. ibu terhadap janinnya;

2. transfusi darah;

3. berbagi jarum suntik.

Faktor Risiko

Malaria banyak ditemukan di negara tropis dan subtropis, termasuk:

1. Afrika dan Asia

2. Amerika Tengah dan Selatan

3. Haiti dan Republik Dominika.

4. Timur Tengah

5. Kepulauan Pasifik

Namun tingkat risiko malaria ini tergantung pada masing-masing negara, perubahan musim malaria, juga tindak pencegahan yang disiapkan untuk menghindari gigitan nyamuk.

Adapun orang-orang yang rentan terkena malaria adalah bayi dan anak-anak, wisatawan dari daerah tanpa malaria, ibu hamil dan janinnya, serta pasien HIV/AIDS.

Banyak juga negara dengan tingkat risiko malaria tinggi diperburuk dengan kondisi kesulitan memperoleh akses untuk tindak pencegahan, penanganan medis, dan informasi.

Komplikasi

Jika malaria tidak ditangani dengan segera dan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, antara lain:

1. Anemia berat.

2. Masalah pernapasan seperti sulit bernapas.

3. Gagal organ

4. Gula darah rendah

5. Malaria selebral yang menyebabkan kejang dan koma.

Pencegahan malaria

Untuk pencegahan, Anda bisa berkonsultasi pada dokter dan meminta obat pencegahan saat akan bepergian ke daerah rawan malaria.

Bahkan obat itu harus diminum sebelum, selama, dan setelah perjalanan tersebut.

Selain itu bisa pencegahan malaria juga bisa dilakukan melalui:

1. Gunakan obat nyamuk dengan DEET (diethyltoluamide) pada kulit

2. Gunakan kelambu di tepat tidur

3. Pasang tirai di jendela dan pint

4. Rawat pakaian, kelambu, tenda, dan kain lainnya dengan obat nyamuk permetrin.

5. Gunakan celana dan baju lengan panjang. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved