Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru-paru

Meski bukan penyakit menular, kanker paru-paru adalah penyakit mematikan. Lalu, apa itu kanker paru-paru?

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Kompas.com
Ilustrasi kanker paru-paru. Halo Dokter, Apa Itu Kanker Paru-paru 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masalah kesehatan seperti kanker paru-paru bisa menyebabkan kematian. Namun, apa itu kanker paru-paru?

Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel ganas (kanker) terbentuk di organ paru-paru.

Dari berbagai jenis kanker yang ada, kanker paru-paru adalah penyakit tidak menular yang mematikan dan banyak diderita masyarakat dunia.

Bahkan pada 2020, total kasus baru kanker ini mencapai 2,21 juta.

Di tahun yang sama, kanker paru menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian masyarakat di dunia akibat kanker.

Baca juga: Halo Dokter, Penyebab dan Cara Obati Scabies

Totalnya ada 1,80 juta orang meninggal dunia karena masalah tersebut.

Dilansir dari laman resmi cancer org, The American Cancer Society memperkirakan kasus baru kanker paru-paru di Amerika mencapai 235.760 kasus.

Perkiraan tersebut terdiri dari 119.100 pria dan 116.660 wanita.

Sementara untuk angka kematian, kanker paru-paru di tahun 2021 telah membunuh sekitar 131.880 jiwa, terdiri dari 69.410 pria dan 62.470 wanita.

Berdasarkan data Globocan 2018 dalam Kompas.com, sekitar 26.069 orang di Indonesia meninggal karena kanker paru setiap tahunnya, dengan 30.023 kasus baru.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Mencegah dan Mengobati Biduran

Angka tersebut bahkan tertinggi di Asia Tenggara.

Persentase angka kematian kanker paru-paru di Indonesia mencapai 19,3 persen dibandingkan total kematian dari seluruh kanker lainnya.

Penyakit ini tak pandang bulu. Maksudnya, kanker paru-paru bisa menyerang siapa saja.

Kanker paru-paru umumnya terjadi pada orang tua. Usia rata-rata orang saat didiagnosis kanker paru adalah sekitar 70 tahun.

Namun hal tersebut tak menutup kemungkinan orang yang berada di bawah usia tersebut tak bisa terserang penyakit mematikan ini.

Kanker paru-paru sejauh ini merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di antara pria dan wanita, mencapai hampir 25%.

Setiap tahunnya, lebih banyak orang meninggal karena kanker paru-paru daripada gabungan kanker usus besar, payudara, dan prostat.

Secara keseluruhan, kemungkinan seorang pria akan terkena kanker paru-paru dalam hidupnya adalah sekitar 1 dari 15. Sedangkan untuk seorang wanita, risikonya sekitar 1 dari 17.

Angka-angka ini mencakup orang yang merokok dan tidak merokok.

Bagi orang yang merokok, risikonya jauh lebih tinggi, sedangkan bagi mereka yang tidak merokok, risikonya lebih rendah.

Jenis kanker paru-paru

Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Badung, Bali menuliskan terdapat dua jenis kanker paru-paru primer berdasarkan jenis selnya, yaitu kanker paru-paru sel kecil (small-cell lung cancer/SCLC) dan kanker paru-paru non-sel kecil (non-small-cell lung cancer/NSCLC).

Kanker paru-paru non-sel kecil berpeluang empat kali lebih sering terjadi dibandingkan dengan kanker paru-paru sel kecil.

Kanker paru-paru sel kecil (SCLC) biasanya hanya menimpa para perokok berat dan penyebarannya lebih cepat dibandingkan dengan kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC).

Untuk mengetahui lebih dalam perihal jenis kanker paru-paru ini, berikut penjelasan selengkapnya yang dilansir dari laman cancer org.

1. Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC)

Sekitar 80-85% dari kanker paru-paru adalah NSCLC. Subtipe utama NSCLC adalah adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar.

Subtipe ini dimulai dari berbagai jenis sel paru-paru yang kemudian dikelompokkan sebagai NSCLC.

Hal tersebut karena pengobatan dan prognosisnya (pandangan) seringkali serupa.

Pada tipe Adenokarsinoma, biasanya kanker yang ditandai dengan keluarnya zat seperti lendir.

Jenis kanker paru-paru ini terjadi pada perokok aktif atau yang sebelumnya merokok.

Namun, jenis kanker adenokarsima juga kanker yang paling umum terlihat pada orang yang tidak merokok.

Ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria dan lebih mungkin terjadi pada orang yang lebih muda daripada jenis kanker paru-paru lainnya.

Adenokarsinoma biasanya ditemukan di bagian luar paru-paru dan lebih mungkin ditemukan sebelum menyebar.

Sementara tipe kanker Karsinoma sel skuamosa dimulai pada sel skuamosa, yang merupakan sel datar yang melapisi bagian dalam saluran udara di paru-paru.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan riwayat merokok dan cenderung ditemukan di bagian tengah paru-paru, dekat saluran udara utama (bronkus).

Sedangkan untuk tipe Karsinoma sel besar dapat muncul di bagian mana pun dari paru-paru.

Kanker ini memiliki pertumbuhan dan penyebaran yang cenderung cepat hingga membuatnya lebih sulit untuk diobati.

Sementara subtipe lain, seperti karsinoma adenoskuamosa dan karsinoma sarkomatoid, jauh lebih jarang terjadi.

2. Kanker paru-paru sel kecil (SCLC)

Sekitar 10% sampai 15% dari semua kanker paru-paru adalah SCLC dan kadang-kadang disebut kanker sel oat. 

Jenis kanker paru-paru ini cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada NSCLC.

Bahkan sekitar 70% orang dengan SCLC, kondisi kankernya telah menyebar pada saat mereka didiagnosis.

Karena kanker ini tumbuh dengan cepat, ia cenderung merespon dengan baik terhadap kemoterapi dan terapi radiasi.

Sayangnya, bagi kebanyakan orang, kanker akan kembali di beberapa titik.

Gejala kanker paru-paru

Setiap orang dapat mengalami gejala kanker paru-paru yang berbeda.

Pada tahap awal, kanker paru-paru diketahui tidak menyebabkan gejala apa pun.

Gejala hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu.

Akan tetapi, terdapat beberapa tanda umum yang bisa dilihat, seperti:

1. Batuk persisten

2. Sesak napas dengan aktivitas ringan

3. Infeksi berulang

4. Batuk berdarah

5. Nyeri bahu dan lengan

6. Nyeri dada

7. Sakit punggung

8. Berat badan turun meski tidak sedang diet

Sementara untuk gejala kanker paru-paru yang tidak umum bisa ditandai dengan:

1. Suara serak

2. Kelelahan

3. Mengi

4. Sindrom paraneoplastik

Tahapan kanker paru-paru

Tingkatan stadium kanker dapat memberi tahu seberapa jauh kanker telah menyebar dan membantu memandu pengobatan.

Melansir laman Healthline, berikut tahapan utama kanker paru-paru non-sel kecil:

a. Stadium 1: Kanker ditemukan di paru-paru, tetapi belum menyebar ke luar organ.

b. Stadium 2: Kanker ditemukan di paru-paru dan kelenjar getah bening di dekatnya.

c. Stadium 3: Kanker ada di paru-paru dan kelenjar getah bening di tengah dada.

d. Stadium 3A: Kanker ditemukan di kelenjar getah bening, tetapi hanya di sisi dada yang sama tempat kanker pertama kali mulai tumbuh.

e. Stadium 3B: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sisi berlawanan dari dada atau ke kelenjar getah bening di atas tulang selangka.

f. Stadium 4: Kanker telah menyebar ke kedua paru-paru, ke daerah sekitar paru-paru, atau ke organ yang jauh.

Sementara pada tahapan kanker paru-paru sel kecil (SCLC) terdapat dua tahap utama, yaitu stadium terbatas dan stadium ekstensif.

Pengobatan kanker paru-paru

Dikutip dari laman resmi Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Badung, Bali disebutkan pengobatan kanker paru-paru sangat bergantung pada jenis kanker yang diderita pasien.

Tak hanya itu, penanganannya juga dipengaruhi deengan tingkat penyebaran dan kondisi kesehatan penderita.

Penanganan seperti operasi pengangkatan dapat dilakukan jika sel kanker belum menyebar luas ke organ tubuh lain.

Sementara ketika kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan dilakukan pengoperasian, penanganan lain akan diterapkan.

Misalnya dengan menjalani radioterapi yang ditujukan untuk menghancurkan sel kanker.

Kesembuhannya juga tergantung pada kapan diagnosis kanker diketahui.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Eksim Atopik dan Bagaimana Meredakan Gejalanya

Semakin awal diagnosis yang dilakukan, kemungkinan pengobatan kanker paru-paru untuk berhasil juga menjadi lebih tinggi. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu penyakit lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved